Notification

×

Iklan

Iklan

China Ingatkan Kemerdekaan Taiwan Berarti Perang, Ini Kata AS

Jumat, 29 Januari 2021 | 14:36 WIB Last Updated 2021-01-29T08:10:25Z
China menganggap Taiwan sebagai provinsi yang memisahkan diri. (Getty Images)
JAKARTA (Kliik.id) - China mengeluarkan pernyataan keras berupa peringatan, bahwa upaya Taiwan untuk mencari kemerdekaan dari Beijing "berarti perang".

Peringatan ini dikeluarkan beberapa hari setelah Beijing unjuk kekuatan militer melalui latihan pesawat tempur di dekat kawasan Taiwan.

Ini juga mengemuka di tengah kedekatan hubungan antara Taiwan dan AS, yang menyambut pemerintahan baru di bawah Joe Biden pekan lalu.

Dalam sebuah pernyataan pada Kamis (28/1/2021), AS menegaskan Washington berkomitmen untuk mendukung kemampuan pertahanan Taiwan.

China memandang Taiwan yang pemerintahannya dibentuk secara demokratis sebagai salah satu provinsinya, tapi Taiwan menempatkan diri sebagai negara yang berdaulat.

"Kami secara serius memberitahu kepada pasukan kemerdekaan Taiwan: mereka yang bermain dengan api akan terbakar, dan kemerdekaan Taiwan berarti perang," kata Juru bicara Kementerian Pertahanan China, Wu Qian, dalam sebuah konferensi pers, Kamis (28/1/2021).

Dia juga berdalih bahwa kegiatan militer yang dilakukan baru-baru ini adalah tindakan yang dibutuhkan untuk menghadapi situasi keamanan saat ini di Selat Taiwan serta untuk menjaga kedaulatan dan keamanan nasional.

AS merespons pada Kamis (28/1/2021) malam.

"Kami menilai komentar itu tidak menguntungkan, dan tentu saja tidak sepadan dengan niat kami memenuhi kewajiban di bawah Undang Undang Hubungan Taiwan," kata sekretaris pers Pentagon, John Kirby, kepada wartawan.

Ini pernyataan pertama pemerintahan Presiden Joe Biden mengenai hubungan China-Taiwan.

Kirby menambahkan, bahwa Pentagon memandang tak ada alasan ketegangan mengenai Taiwan perlu diarahkan kepada sesuatu seperti konfrontasi.

Pemerintahan baru AS diperkirakan akan tetap menekan China terkait berbagai masalah, termasuk hak asasi manusia, sengketa perdagangan, Hong Kong, dan Taiwan di tengah hubungan yang buruk antara China-AS.

China dan Taiwan punya pemerintahan terpisah sejak berakhirnya perang sipil pada 1949. Beijing sudah lama berupaya membatasi aktivitas internasional Taiwan, dan keduanya berusaha untuk memperoleMmkh pengaruh dari wilayah Pasifik.

Ketegangan hubungan keduanya meningkat dalam beberapa tahun terakhir, dan Beijing tak segan menggunakan kekuatannya untuk mengambil Taiwan kembali.

Meskipun Taiwan secara resmi hanya diakui oleh segelintir negara, akan tetapi pemerintahan yang terbentuk dari sistem demokrasi ini memiliki hubungan komersial dan informal yang kuat dengan banyak negara.

Seperti kebanyakan negara lainnya, Washington DC tak memiliki hubungan diplomatik dengan Taipei.

Tapi di dalam Undang Undang Hubungan Taiwan, AS berkewajiban memasok senjata pertahanan ke Taiwan, dan menekankan setiap serangan kepada Taiwan akan dianggap sebagai "urusan genting" bagi AS.

(Detik)
×
Berita Terbaru Update