Notification

×

Iklan

Iklan

Banner Iklan Lekkers

Silahturami ke Tokoh Agama, Bobby Nasution: Saya Akan Jadi Pemimpin Semua Golongan

Senin, 14 Desember 2020 | 23:06 WIB Last Updated 2020-12-14T16:54:48Z
Usai memberi nasihat, Ketua MUI Medan, H.M Hatta mengajak Bobby Nasution berdoa untuk kemajuan Kota Medan. Sebelumnya, Ketua MUI Sumut Abdullah Syah juga telah memberi masukan kepada Bobby. 
MEDAN (Kliik.id) - Pasca unggul perolehan suara di Pilkada Medan, Bobby Nasution bersilaturahmi ke sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Dalam silaturahmi, Bobby Nasution menyampaikan dirinya akan menjadi pemimpin semua golongan, sehingga tidak ada lagi golongan 1 maupun 2.

Pada kesempatan awal, alumni S-2 Agribisnis IPB ini menemui Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumut, Abdullah Syah di kediamannya, Jalan Bromo, Medan Denai, Sabtu (12/12/2020) sore dan Ketua MUI Kota Medan, M Hatta di Kantor MUI Kota Medan, Jalan Nusantara, Senin (14/12/2020).

Abdullah Syah didampingi Sekretaris MUI Sumut, Ardiansyah dan Wakil Sekretaris MUI Sumut, Akmaluddin Syahputra menyampaikan Pilkada kali ini merupakan suatu kemenangan besar bagi Medan.

"Tidak ada protes-protes, hasilnya mulus berjalan dengan baik, dan sesuai dengan pilihan rakyat," ucapnya.

Menurut mantan anggota MPR RI periode 1992-1997 ini, dalam Pilkada kali ini warga sudah menentukan pilihannya dengan baik.

"Kalau dulu siapa yang beri uang banyak, itu yang dipilih. Sekarang seperti itu tidak ada lagi, karena mereka (warga) sudah tahu mana pemimpin yang berkualitas. Jadi memilih dengan ikhlas tanpa imbalan-imbalan," terangnya.

Kondisi ini, kata Abdullah Syah, merupakan suatu yang harus disyukuri. Mudah-mudahan, sambungnya, Medan akan menjadi lebih baik.

Dia berharap tidak ada reaksi dan perbedaan pendapat atas terpilihnya Bobby Nasution dan Aulia Rachman.

"Harapan kita, Bobby dapat meningkatkan pembangunan Kota Medan, agar semua jalan-jalan baik yang kecil ataupun yang berada di pinggiran kota dapat diaspal dengan baik. Sehingga masyarakat merasa ada sesuatu yang mereka nikmati secara berkelanjutan. Dengan jalan yang bagus, warga bisa keluar baik siang maupun malam dengan perasaan nyaman," urai pria kelahiran Langkat 14 Juni 1939 ini.

Terkait program keumatan, Abdullah Syah mengharapkan perhatian lebih dari pasangan Bobby-Aulia saat memimpin Kota Medan nantinya.

"Masjid diperbaiki kalau ada yang rusak, dibangun di tempat yang belum ada masjidnya. Ini sudah menjadi komitmen mereka. Jadi nanti kita tinggal mengingatkan lagi," ucap Abdullah Syah.

Begitu juga dengan jalan, lanjut Abdullah, kalau ada jalan yang rusak dan belum diaspal MUI Sumut akan mengingatkan. Supaya masyarakat merasakan jalan yang mulus dan drainase yang baik.

"Karena itu semua yang sangat didambakan masyarakat," ungkap dia.

Kata Abdullah Syah, banyak di daerah pinggir kota yang jalannya belum di aspal dan belum ada parit. Karena itu, ia harapkan Bobby memperhatikan ke daerah-daerah pinggiran kota, karena tengah kota sudah cukup baik.

"Pinggiran-pinggiran banyak yang belum dijangkau. Supaya pembangunan di Kota Medan merata," pungkasnya.

Bobby juga mendapatkan nasihat saat bersilaturahmi dengan Ketua MUI Kota Medan, H.M Hatta. Menurut Hatta, masalah keumatan Sumut, selama ini seringkali dibebankan ke Medan.

"MUI Medan merupakan tempat bertanya semua agama, apa yang dikatakan selalu menjadi kesepakatan bersama. Selama ini, apa yang dikerjakan Wali Kota Medan itulah tanggungjawab Sumut. Makanya, Bobby harus peka terhadap masalah ini," terangnya didampingi Sekretaris Umum, Syukri Albani Nasution, Ketua Komisi Burhanuddin Damanik dan Infokom, Legimin Syukri.

Hatta melanjutkan, Kota Medan butuh pemimpin kuat dan bisa menjaga komunikasi dengan semua pihak.

"Saya berdoa semoga ananda dikuatkan Allah, karena di Medan ini harus kuat. Suatu kesalahan fatal jika wali kota menyetujui tanpa koordinasi. Jangan putuskan komunikasi dan harus berkoodinasi, itu bekal sebelum menjadi wali kota. Yang penting buka komunikasi ke siapapun, jangan biarkan siapapun berinterpretasi," jelasnya.

Hatta juga meminta penggagas #KolaborasiMedanBerkah ini menerbitkan peraturan wali kota (perwal) perlindungan makanan halal higienis yang hingga kini belum ada, padahal Perdanya sudah lama ditetapkan.

"Termasuk melaksanakan rencana pembangunan Islamic Center yang sejak tahun 2006 tidak jelas, masih di awang-awang," tukasnya.

Dalam kesempatan ini, Bobby Nasution menyampaikan terima kasih atas nasehat yang diberikan para tokoh agama.

"Doakan kami, agar bisa menjalankan program yang dijanjikan ke masyarakat," ucapnya.

Menurut Bobby, dirinya datang ke tokoh agama dan tokoh masyarakat bertujuan untuk bersilaturahmi dan meminta masukan-masukan untuk membangun Kota Medan nantinya. (Rls)
×
Berita Terbaru Update