Notification

×

Iklan

Iklan

Putus Cinta di Balik Heboh Kabar Pria Hamili 17 Wanita

Minggu, 27 Desember 2020 | 07:21 WIB Last Updated 2020-12-27T02:36:00Z
Foto Ilustrasi
TANGERANG (Kliik.id) - Sebuah video yang menampilkan seorang pria dikerubungi banyak orang seakan sedang diinterogasi, viral di media sosial. Kabar yang beredar, pria tersebut telah menghamili 17 wanita.

Setelah ditelusuri video tersebut direkam di daerah Teluknaga, Tangerang.

"Ngomong lu... ngomong, tangkep aja, Pak Polisi, jangan takut, apaan coba begitu, cowok nggak ada tanggung jawabnya," ujar seorang wanita dalam video viral.

"Jadi lu mau mempertahankan cowok ini pakai obat?" tanya seorang pria.

"Iyalah banyak obat, saya aja dipaksa, jadi mau sama dia," timpal wanita itu.

Kapolsek Teluknaga AKP Edy Suprayitno angkat bicara terkait hal ini. Ia menjelaskan kabar mengenai pria yang menghamili 17 wanita itu tidak benar.

"Itu tidak benar (kabar pria menghamili 17 wanita). Belum ada laporan soal itu di kita. Kalau ada laporan, pasti akan kami tindak lanjuti," kata Edy saat dihubungi, Sabtu (26/12/2020).

Setelah mendapatkan kabar tersebut, polisi memintai beberapa pihak terkait video itu. Ternyata duduk perkaranya karena jalinan asmara yang kandas.

Usut punya usut, si wanita tidak terima diputusin oleh sang kekasih. Kemudian sang wanita menyebarkan kabar bahwa si pria menghamili 17 perempuan lain.

"Jadi begini, mereka pacaran berdua. Karena udah lama nggak ketemuan, akhirnya ditinggalin si ceweknya. Si cewek kecewa dan ketemu saat itu divideoin," terang Edy.

Saat bertemu itu, pihak perempuan kemudian melontarkan pernyataan pria tersebut telah meniduri banyak perempuan. Edy memastikan hal tersebut tidak benar.

"Makanya saya kaget, 17 hamil, orang laporannya belum ada," imbuhnya.

Edy mengatakan kejadian itu tidak dilaporkan ke polisi. Menurut Edy, kedua belah pihak telah sepakat untuk menyelesaikan kasus tersebut secara kekeluargaan.

"Sepertinya itu mau diselesaikan secara kekeluargaan. Intinya, yang beredar di medsos ada 17 wanita hamil itu nggak benar ya, nggak benar," pungkasnya. (Dtk)
×
Berita Terbaru Update