Notification

×

Iklan

Iklan

Banner Iklan Lekkers

Amien Ingatkan Jokowi soal 6 Laskar FPI, PDIP: Negara Tak Tunduk Premanisme

Selasa, 08 Desember 2020 | 17:50 WIB Last Updated 2020-12-08T11:56:14Z
Amien Rais
JAKARTA (Kliik.id) - Deklarator Partai Ummat, Amien Rais, mengingatkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi terkait tewasnya 6 laskar FPI. PDIP membela Jokowi.

Dalam akun YouTube resmi Amien Rais, Selasa (8/12/2020), Amien Rais mengaku kaget atas peristiwa tewasnya 6 laskar FPI pengawal Habib Rizieq di tol. Amien Rais mengaku dalam posisi tidak menyalahkan siapa pun.

"Saya tidak akan menyatakan mana yang benar mana yang salah. Ada 2 versi, tapi saya ingin mengingatkan dalam Al-Qur'an nyawa manusia atau jiwa manusia itu jauh lebih berharga daripada nyawa, misalnya kelinci atau kucing atau kerbau dan lain sebagainya," sebut Amien Rais.

Amien menyebut menghilangkan nyawa manusia sama saja dengan membunuh umat manusia seluruhnya, seperti apa yang tertera di dalam Al-Qur'an. Amien Rais lalu memberi pesan kepada aparat.

"Karena itu, saudara-saudaraku, teman-teman Polri, teman-teman TNI, tolong Anda renungkan ya, baju seragam Anda yang gagah itu, tank yang Anda naiki, panser yang Anda ke mana-mana, pesawat terbang, helikopter kemudian juga peluru, bedil, pistol, dan lain-lain itu semua datang dari rakyat, dari rakyatmu. Mereka membayar pajak, mereka menyelenggarakan segala macam kehidupan yang telah mereka lakukan di Indonesia ini dan mereka itu bisa membiayai TNI, Polri, dan birokrasi, dan lain sebagainya," sebut Amien Rais.

Amien Rais mengaku menangis di dalam hati karena 6 laskar FPI tewas dini hari. Amien mengkritik keras rezim saat ini.

"Jadi saya menangis dalam hati, bagaimana mungkin ada 6 nyawa jam setengah 1 malam ya, laskar yang sesungguhnya ya katakanlah ada celurit, katanya ada senjata api, wallahualam, kemudian sekarang ini telah terjadi nyawa lenyap itu, belum lagi nyawa lenyap yang ada 7 di Aceh, kemudian di Papua dan lain-lain. Saudaraku, ini pertanda bahwa memang rezim ini sudah sangat zalim. Jadi masih ada waktu untuk bertobat," ucap Amien.

Amien meminta kondisi saat ini diredam. Dia takut bangsa ini kehilangan kendali sembari menyinggung kondisi di Irak, Yaman, dan Suriah. Lebih jauh Amien Rais meminta Jokowi mengendalikan situasi. Amien Rais mengaku sedikit emosi.

"Jadi Mas Jokowi, ini imbauan saya pada Anda, tolong Anda kendalikan karena semua itu bermuara kepada Saudara Jokowi," sebut Jokowi.

"Maaf kalau saya kelihatan agak marah, memang saya emosi agak marah, marah ikhlas lain lagi demi perbaikan masa depan. Saya melihat ini sudah gawat ini. Betul ya, ini betul-betul sudah gawat, bisa lepas kendali," imbuh dia.

Sementara, Elite PDIP Hendrawan Supratikno memilih tak berburuk sangka terlebih dahulu terhadap Amien Rais. Namun Hendrawan menilai negara tidak boleh tunduk pada premanisme.

"Kita jangan terburu berburuk sangka dengan pandangan tokoh bangsa seperti Pak Amien Rais. Saya percaya, meski beliau menilai insiden kekerasan hendaknya dikendalikan oleh Presiden, pada dasarnya setuju bahwa negara tidak boleh tunduk pada premanisme, apalagi terorisme," ucap Hendrawan.

"Menghadapi pembiaran premanisme yang berlarut-larut, negara memang menghadapi dilema. Apalagi bila suatu gerakan dikaitkan atau dibungkus dengan idiom-idiom agama. Jadi tindakan tegas lebih merupakan respons situasional, bukan watak suatu rezim," imbuh Hendrawan.

Hendrawan menegaskan situasi negara saat ini sangat terkendali. Hendrawan menyebut negara memiliki sikap yang jelas-tegas menghadapi premanisme yang telanjur dibiarkan berlarut-larut.

"Sekarang kita bisa merasakan Polri dan TNI tidak lagi dalam bayang-bayang keraguan dan kebimbangan untuk menjaga pilar-pilar kebangsaan dari rongrongan yang seolah-olah selama ini dibiarkan," ucap Hendrawan. (Detik)
×
Berita Terbaru Update