Notification

×

Iklan

Iklan

Tinjau Banjir di Tebingtinggi, Edy Rahmayadi: Tanggul Sungai Padang Jebol 50 Meter

Sabtu, 28 November 2020 | 19:02 WIB Last Updated 2020-11-28T14:51:09Z
Gubsu Edy Rahmayadi dan Wali Kota Tebingtinggi melihat luapan Sungai Padang.
TEBINGTINGGI (Kliik.id) - Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi langsung meninjau bencana banjir yang melanda Kota Tebingtinggi, Sabtu (28/11/2020) di Kelurahan Bandar Sakti Kecamatan Bajenis dan Posko di Jalan Anturmangan, Kelurahan Sri Padang, Kecamatan Rambutan.

Dengan menggunakan perahu karet, Edy didampingi Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan bersama Kapolres Tebingtinggi AKBP James Parlindungan Hutagaol.

Mereka juga meninjau daerah terdampak banjir di Jalan Ikhlas (Belakang kantor PLN), Kecamatan Rambutan, Kota Tebingtinggi.

Edy Rahmayadi mengatakan, dirinya melihat kondisi air cukup tinggi, tetapi ada kelemahan dimana tanggul Sungai Padang sekitar 50 meter jebol, sehingga air masuk ke wilayah Tanjung Marulak, Tebingtinggi.

"Kemudian perlu ada normalisasi sungai, kedangkalan sungai inilah yang nanti setelah susut air itu yang harus kita evaluasi dan nanti dilakukan bersama-sama dengan BWSS," ujar Edy.

"Pemerintah Provinsi Sumatera Utara akan menyiapkan bantuan logistik dan obat-obatan. Diperkirakan sekitar 10 ribu kepala keluarga yang terdampak banjir di Tebingtinggi ini," lanjutnya.

Menurut Edy, dalam penanggulangan banjir, dalam waktu singkat harus menyiapkan posko untuk memberikan logistik dan makanan. Sehingga diutamakan makanan dan obat-obatan.

"Kepada warga masyarakat saya menghimbau waspadai alam, satu bulan yang lalu sudah saya sampaikan memang kondisi alam saat ini kurang bersahabat," himbaunya.

Sementara itu, Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan, menjelaskan, pihaknya sudah ada 56 posko.

"Kita masih meminta bantuan posko-posko tenda pleton atau tenda kecil. Kemudian perahu kita tidak banyak, untuk itu kita juga meminta bantuan kepada Bapak Gubernur perahu untuk evakuasi warga-warga yang mengungsi, termasuk tadi logistik yang memang kita mintakan bantuannya," katanya.

Umar menegaskan bahwa di Kota Tebingtinggi sama sekali tidak ada daerah yang terisolasi akibat dampak bencana banjir kali ini.

"Kita bersama SAR dan Tagana terus melakukan evakuasi. Kita dari tadi malam sudah menghimbau bahwa masyarakat jangan berdiam di tepi sungai, dan kita prediksi dari jam 20.00 WIB tadi malam bahwa air akan naik mulai jam 24.00 WIB sampai dini hari, dan kenyataannya memang demikian," ucapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, banjir yang melanda Kota Tebingtinggi ini disebabkan meluapnya aliran air Sungai Padang. Sejak Jumat (27/11/2020) hingga saat ini, banjir telah merendam 5 kecamatan dan 14 kelurahan di Tebingtinggi. (Rls)
×
Berita Terbaru Update