Bertindak langsung sebagai Inspektur Upacara, Kapolres Tebingtinggi AKBP Rina Frillya memimpin jalannya peringatan yang pada tahun ini mengusung tema strategis "Polri untuk Masyarakat".
Kegiatan ini turut dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), diantaranya Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Anthoni Nainggolan, Wakapolres Kompol Rudi Syahputra, Perwakilan Dandim 0204/DS selaku Perwira Penghubung (Pabung) Kapten Inf PM Simanjuntak, Ketua DPRD Sakti Khadaffi Nasution dan Ketua Pengadilan Negeri (PN) Tebingtinggi Hajar Widianto.
Selain itu, hadir pula Kepala Kantor Kemenag Tebingtinggi Muhammad David Saragih, Kepala Kantor Pertanahan Tebingtinggi Yayuk Supriaty, sejumlah tokoh masyarakat, tokoh agama, serta para tamu undangan lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Tebingtinggi AKBP Rina Frillya menyampaikan sambutan dengan membacakan amanat tertulis dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Melalui amanat tersebut, Presiden menegaskan pentingnya arah pengabdian institusi kepolisian yang harus selalu berorientasi kepada kepentingan rakyat luas.
"Tema peringatan tahun ini 'Polri untuk Masyarakat' adalah sangat tepat. Ini adalah jati diri. Ini adalah arah pengabdian. Ini adalah, dan harus terus menjadi kompas moral setiap insan Bhayangkara. Polri hadir untuk rakyat. Polri bekerja untuk rakyat. Polri harus melindungi rakyat. Polri mengabdi kepada bangsa dan negara," ujar Kapolres saat membacakan amanat Presiden.
Lebih lanjut, dalam pidato tertulisnya, Presiden Prabowo mengingatkan bahwa keamanan dan kepastian hukum merupakan fondasi mutlak bagi kemajuan sebuah bangsa.
"Tidak mungkin ada kemakmuran tanpa stabilitas. Tidak mungkin ada pembangunan tanpa keamanan. Tidak mungkin ada pertumbuhan ekonomi, ada investasi tanpa kepastian hukum. Tidak mungkin ada keadilan tanpa pemerintah yang bersih dan pemerintah yang penuh kompetensi. Tidak akan pernah ada kesejahteraan tanpa ketertiban. Dan tidak mungkin ada negara yang kuat tanpa aparat negara yang dipercaya rakyat, yang setia kepada rakyat, dan yang melindungi rakyat. Karena itu peran kepolisian sangat penting, sangat strategis, sangat menentukan," katanya.
Presiden juga memberikan apresiasi tinggi terhadap keterlibatan aktif Polri di berbagai lini krusial, mulai dari pemberantasan narkotika, judi online, hingga penguatan ketahanan pangan nasional dan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Namun, jajaran Korps Bhayangkara diingatkan untuk tidak cepat puas karena tantangan penegakan hukum di Indonesia masih sangat besar.
Presiden menekankan bahwa hukum harus menjadi tempat berlindung bagi mereka yang lemah dan tidak boleh tajam ke bawah tumpul ke atas.
Pada akhir pembacaan amanat, Kapolres menyuarakan instruksi langsung Presiden agar personel Polri senantiasa menjaga kepercayaan rakyat, menegakkan hukum dengan adil, menguasai teknologi modern termasuk kecerdasan buatan, serta memperkuat sinergi lintas institusi.
Di momen HUT Bhayangkara ke-80 ini, Presiden menyampaikan pesan penutupnya untuk memotivasi seluruh personel di tanah air.
"Jagalah kehormatan Kepolisian Republik Indonesia. Dan yang paling penting, jagalah bangsa dan rakyat Indonesia. Dirgahayu ke-80 Kepolisian Negara Republik Indonesia. Polri untuk masyarakat. Polri presisi untuk Indonesia maju. Selalu bersama rakyat, selalu menjaga Indonesia. Polri di depan sebagai Bhayangkara bangsa Indonesia," pungkasnya.
Sejalan dengan penekanan Presiden mengenai aspek kolaborasi, perayaan HUT Bhayangkara ke-80 di Lapangan Merdeka ini sekaligus menjadi simbol kuatnya kemitraan di tingkat daerah.
Polres Tebingtinggi di bawah kepemimpinan AKBP Rina Frillya berkomitmen penuh untuk terus mempererat sinergi taktis dengan Pemerintah Kota Tebingtinggi yang dipimpin oleh Wali Kota Iman Irdian Saragih.
Hubungan harmonis dan kerja sama lintas sektoral yang terjalin erat selama ini menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas keamanan lokal, mendorong percepatan pembangunan daerah, serta memastikan roda perekonomian dan pelayanan publik di Kota Tebingtinggi dapat berjalan dengan aman dan kondusif demi kesejahteraan seluruh masyarakat. (Red)
