| Microwave ablation menjadi alternatif untuk penanganan mioma uteri dan adenomyosis tanpa operasi pengangkatan rahim (Foto: dok. RS Adam Malik) |
MEDAN (Kliik.Id) - Rumah
Sakit (RS) Adam Malik kembali menghadirkan inovasi terbaru dalam layanan
kesehatan. Kali ini dalam bidang obstetri dan ginekologi (obgyn), melalui
layanan microwave ablation untuk penanganan penyakit ginekologi, seperti
mioma uteri atau fibroid dan adenomyosis. Dengan metode baru ini,
pasien mioma kini dapat ditangani oleh dokter spesialis obgyn tanpa harus
menjalani operasi pengangkatan rahim, sehingga bisa sembuh lebih cepat.
Disampaikan
dokter spesialis obgyn RS Adam Malik, dr. Hanudse Hartono, M.Kes, Sp.OG(K), selama
ini penanganan mioma uteri dan adenomyosis dilakukan dengan prosedur
pembedahan. “Kedua penyakit ini dapat diatasi dengan melakukan operasi
pengangkatan tumor atau pengangkatan rahim. Tapi, alhamdulillah kini telah
dikembangkan teknologi baru untuk penatalaksanaan mioma uteri dan adenomyosis
melalui prosedur microwave ablation,” ucapnya.
Lebih
lanjut dijelaskannya, kasus mioma uteri dan adenomyosis yang merupakan
suatu tumor jinak pada otot rahim ini biasanya diderita oleh pasien perempuan
berusia 30-50 tahun. “Mioma uteri dapat menyebabkan gangguan haid yang berat, nyeri
panggul, hingga masalah fertilitas atau kesuburan. Namun, sebagian besar mioma
tidak menunjukkan gejala. Tetapi ukurannya yang membesar dapat menimbulkan
berbagai komplikasi,” terang dr. Hanudse.
Begitu
pula dengan adenomyosis yang mirip dengan mioma uteri, di mana jaringan
yang biasanya melapisi rahim tumbuh ke dalam dinding otot rahim. Pertumbuhan
ini menyebabkan rahim menebal dan membesar, sehingga seringkali mengikibatkan nyeri
saat haid dan perdarahan, dengan gejala yang dapat bervariasi. Seperti dijelaskan
dr. Hanudse, kondisi ini sekarang dapat ditangani dengan tindakan yang lebih
modern tanpa harus menjalani operasi pembedahan.
“Microwave
ablation merupakan prosedur invansif minimal (dengan sayatan kecil) yang menggunakan
energi gelombang mikro untuk memanaskan dan menghancurkan mioma uteri, sehingga
menyusut dan meredakan gejalanya. Cara kerja operasi ini, jarum kecil
dimasukkan ke dalam tumor dengan menggunakan panduan ultrasonografi (USG), bisa
melalui dinding perut ataupun transvaginal. Lalu energi gelombang mikro
disalurkan melalui jarum untuk memanaskan dan menghancurkan jaringan tumor
tersebut,” kata dr. Hanudse lagi menjelaskan.
RS
Adam Malik sendiri pertama kali berhasil melakukan tindakan microwave
ablation ini pada 12 November 2025, dengan pasien perempuan berusia berusia
48 tahun yang diketahui menderita mioma sejak tahun 2017. “Saya memutuskan
untuk operasi karena memang diameternya sudah di atas 10 cm. Kemudian, dilakukan
tindakan microwave ablation. Alhamdulillah sudah mulai merasakan lebih
baik. Saya sangat berterima kasih sekali dengan para tim dokter yang sudah
membantu pelaksanaan operasi saya.” tutur pasien bernama Sri Wahyuningsih itu.
Prosedur
microwave ablation ini dapat menjadi harapan baru bagi pasien ginekologi
di Sumatera Utara dan sekitarnya. Karena kini operasi pengangkatan rahim tidak
lagi menjadi satu-satunya pilihan bagi pasien mioma uteri dan adenomyosis.
“Metode microwave ablation ini menawarkan alternatif untuk
mempertahankan uterus (rahim) dibandingkan operasi pengangkatan rahim. Dengan
harapan, waktu pemulihan yang lebih singkat, gejala yang berkurang, dan
kualitas hidup yang lebih baik,” pungkas dr. Hanudse menutup keterangannya. (humas/ayu/ade)