![]() | |
| Wali Kota Tebingtinggi yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan (PDI-P) Tebingtinggi Iman Irdian Saragih melayat ke rumah duka Maria Agustina Boru Naibaho di Jalan Danau Toba, Sabtu (14/3/2026). |
Maria Agustina Boru Naibaho (22) merupakan mahasiswi Universitas Negeri Medan (UNIMED) yang ditemukan tewas di kamar kosnya di Jalan Rela, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan, Kamis (12/3/2026) malam.
Korban adalah putri semata wayang dari Anggota DPRD Mangatur Naibaho yang juga menjabat Bendahara DPC PDI-P Tebingtinggi.
Dengan didampingi para pengurus DPC, PAC, Ranting PDI-P dan sayap Repdem Kota Tebingtinggi, Irdian Saragih menyampaikan turut berduka cita atas meninggalnya Maria Naibaho.
"Saya atas nama Pemerintah Kota Tebingtinggi mengucapkan turut berdukacita dan belasungkawa atas kepergian ananda kita, Maria Agustina Boru Naibaho," ujarnya.
Selain itu, Irdian juga mewakili DPC PDI-P Kota Tebingtinggi memberikan kata-kata penghiburan dan doa kepada keluarga Maria.
"Semoga keluarga yang ditinggalkan dapat tetap sabar dan tabah menghadapi cobaan ini. Semoga arwah ananda kita tenang di sisi Tuhan," kata Irdian dengan raut wajah yang sedih.
Di rumah duka, Irdian tampak memberikan semangat kepada teman separtainya, Mangatur Naibaho. Begitu juga dengan istri dan anak-anaknya yang lain.
Sebelumnya diberitakan, mahasiswi Universitas Negeri Medan (UNIMED) bernama Maria Agustina Boru Naibaho (22) ditemukan tewas di dalam kamar kosnya di Jalan Rela, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan, Kamis (12/3/2026) malam.
Saat ditemukan, jasad korban dalam kondisi membusuk. Selanjutnya, jasad korban dievakuasi ke RS Bhayangkara Medan.
Orang tua korban, Mangatur Naibaho, mengatakan jasad putrinya dilakukan autopsi untuk mengetahui pasti penyebab kematian.
"Sudah (autopsi)," ujar Mangatur saat dikonfirmasi, Jumat (13/3/2026).
Setelah selesai diautopsi, jasad korban kemudian dibawa ke rumah duka di Kota Tebingtinggi.
Menurut Mangatur, putrinya sempat mengeluh sakit sebelum meninggal dunia. Keluhan itu disampaikan Maria melalui pesan WhatsApp kepada ibunya pada Selasa (10/3/2026) lalu.
"Kemarin Selasa via WA ke mamanya, ada ngeluh demam dia," kata Mangatur yang merupakan Anggota DPRD Kota Tebingtinggi ini.
Sementara, Kapolsek Medan Tembung Kompol Ras Maju Tarigan belum bisa memastikan penyebab kematian korban.
"(Penyebab) masih didalami, jadi kita tunggu hasil autopsinya," ujar Ras Maju.
Dia menjelaskan penemuan jasad korban bermula dari kecurigaan pacar korban yang datang untuk menemui korban.
Namun, saat itu, pintu kamar kos korban dalam keadaan terkunci dan tidak merespons saat dipanggil. Pacar korban pun memanggil sejumlah rekannya.
Pada saat itu, mereka mencium bau busuk dari kamar korban. Alhasil, mereka memutuskan untuk mendobrak pintu kamar itu.
Saat pintu terbuka, korban ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa di atas kasur dengan kondisi hanya mengenakan sarung, tanpa pakaian.
Penemuan itu pun dilaporkan ke pemilik kos hingga diteruskan ke Polsek Medan Tembung. Ras Maju mengatakan pihaknya langsung menuju lokasi untuk melakukan olah TKP.
"Kita bawa jasadnya ke RS Bhayangkara untuk diautopsi," katanya.
Hingga kini, pihak kepolisian masih menyelidiki lebih lanjut penyebab kematian korban. (Red)
