![]() |
| Antrian pengisian BBM di salah satu SPBU Kota Tebingtinggi. |
Kondisi ini membuat sejumlah SPBU dipadati kendaraan dan memicu antrean panjang sejak Kamis (5/3/2026).
Pantauan di SPBU Simpang Rambung dan Kampung Keling, Kota Tebingtinggi, tampak dipenuhi antrian mobil pribadi, sepeda motor hingga mobil truk.
Kendaraan yang menunggu giliran mengisi BBM menutup hingga setengah badan jalan.
Antrian pengisian BBM jenis solar dan pertalite terjadi hampir di seluruh SPBU di Kota Tebingtinggi.
Kepanikan warga muncul setelah beredar informasi mengenai potensi kelangkaan BBM akibat pecahnya perang Iran melawan agresi AS dan Israel.
Informasi tersebut membuat warga berbondong-bondong mendatangi SPBU untuk mengisi BBM.
Salah seorang pengendara sepeda motor Joni mengaku sudah mengantri selama 3 jam untuk mendapatkan BBM jenis Pertalite.
"Akibat dari antrian ini sangat mengganggu aktivitas saya, kerja jadi terlambat," ujar Joni.
Melalui akun media sosial resminya, Pemerintah Kota (Pemko) Tebingtinggi telah menghimbau masyarakat agar tidak panik dengan isu kelangkaan BBM.
"Pemerintah Kota Tebingtinggi menghimbau seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan," demikian himbauan yang diunggah di akun media sosial Facebook @Pemko Tebingtinggi.
Dalam unggahannya, Pemko Tebingtinggi menegaskan ketersediaan BBM di Kota Tebingtinggi dalam kondisi aman dan terkendali.
"Mari bersama menjaga ketertiban, menggunakan BBM secara bijak, serta mendukung suasana kota yang kondusif. Pemerintah senantiasa berkomitmen memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi dengan baik," tutupnya. (Red)
