Notification

×

Sekda Kota Tebingtinggi Dorong OPD Kreatif Ciptakan Inovasi Pelayanan Masyarakat

Senin, 09 Februari 2026 | 16:56 WIB Last Updated 2026-02-09T14:06:20Z
Sekda Kota Tebingtinggi Erwin Suheri Damanik memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Inovasi Daerah Kota Tebingtinggi di Kantor Bappeda, Jalan Delima, Senin (9/2/2026).
TEBINGTINGGI (Kliik.id) - Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tebingtinggi Erwin Suheri Damanik menekankan pentingnya transformasi budaya kerja di lingkungan Pemerintah Kota Tebingtinggi.

Erwin meminta agar seluruh OPD dapat membangun budaya inovasi dan tidak hanya fokus pada kegiatan rutinitas normatif, namun mampu melahirkan ide-ide baru yang berdampak langsung pada pelayanan masyarakat.

Hal tersebut ditegaskan Erwin saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Inovasi Daerah Kota Tebingtinggi di Kantor Bappeda, Jalan Delima, Senin (9/2/2026).

"Jangan hanya bicara soal program normatif. Inovasi itu bukan harus selalu proyek besar, tapi bisa berupa ide dan terobosan yang memperbaiki pelayanan," ujarnya.

Sebagai langkah konkret, Erwin menetapkan target "Satu OPD Satu Inovasi", serta menginstruksikan Bappeda untuk menyusun timeline pelaporan agar seluruh inovasi terdokumentasi dengan baik dan masuk dalam sistem penilaian nasional.

Dalam laporannya, Plt Kepala Bappeda Kota Tebingtinggi Sanulita Viviana mengungkapkan inovasi daerah menjadi aspek penting dalam peningkatan kualitas pelayanan publik dan menjadi bagian dari indikator penilaian pemerintah pusat.

Viviana menjelaskan, pelaporan inovasi daerah nantinya akan dilakukan melalui aplikasi yang telah ditentukan oleh Kementerian Dalam Negeri, dan OPD diminta untuk aktif mengisi serta melaporkan inovasi masing-masing.

"Indeks Inovasi Daerah ini menjadi perhatian serius karena juga masuk dalam target RPJMD. Potensi inovasi kita masih rendah, sehingga perlu penguatan dan percepatan," ujarnya.

Plt Kepala Bappeda juga menekankan pentingnya pemenuhan pelaporan inovasi, terutama pada sektor pelayanan dasar, sehingga Kota Tebingtinggi dapat memperoleh penilaian yang lebih baik dibanding daerah lain.

Rapat ini juga menghadirkan perspektif akademis dan jaminan sosial.

Perwakilan STIE Bina Karya Willy Cahyadi memberikan rekomendasi strategis untuk mendorong inovasi daerah, khususnya dalam penguatan ekonomi lokal.

Menurut Willy, Tebingtinggi sebagai kota jasa dan lintasan ekonomi memiliki potensi besar dalam pertumbuhan ekonomi.

Namun, masih perlu strategi agar aktivitas ekonomi tersebut mampu memberi dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Selama ini sektor UMKM, pariwisata, dan ekonomi berjalan sendiri-sendiri. Kita perlu desain besar berupa ekosistem ekonomi terpadu agar saling menguatkan," jelasnya.

Beberapa rekomendasi yang disampaikan Willy Cahyadi antara lain, pengembangan konsep wisata medis, pembentukan kawasan UMKM ramah keluarga, serta peningkatan SDM melalui sertifikasi dan pelatihan tenaga kerja agar sesuai kebutuhan industri.

Di sisi lain, perwakilan BPJS Ketenagakerjaan Sakinah Ramzah menyampaikan penjelasan terkait sistem pelaporan dan layanan kepesertaan, termasuk mekanisme klaim, mutasi, hingga proses nonaktif kepesertaan melalui layanan online.

Ramzah menekankan pentingnya ketepatan administrasi, karena keterlambatan pelaporan atau perubahan data dapat menimbulkan risiko dalam proses klaim, termasuk hilangnya manfaat tertentu seperti manfaat beasiswa.

Rakor ini ditutup dengan komitmen bersama seluruh kepala OPD untuk memperkuat pelaporan inovasi daerah serta meningkatkan indeks inovasi Kota Tebingtinggi agar mampu bersaing dengan kabupaten/kota lainnya di Sumatera Utara. (Red)
×
Berita Terbaru Update