![]() |
| Rapat kepengurusan Pemuda Demokrat Indonesia Provinsi Sumut di Aula Gedung Marhaenis, Jalan Kejaksaan, Kota Medan, Rabu (18/2/2026). |
Hal itu terungkap dalam rapat kepengurusan yang digelar di Aula Gedung Marhaenis, Jalan Kejaksaan, Kota Medan, Rabu (18/2/2026).
Untuk diketahui, Pemuda Demokrat Indonesia merupakan organisasi kemasyarakatan yang didirikan pada tanggal 31 Mei 1947 di Solo.
Pemuda Demokrat merupakan salah satu organisasi pergerakan tertua di Indonesia yang bersifat independen dan terbuka dengan tujuan melaksanakan Pancasila dan Marhaenisme ajaran Bung Karno serta Undang-Undang Dasar 1945.
Prosesi penyerahan kepemimpinan tersebut turut didampingi Wakil Sekretaris Martin Jaya Halawa sebagai bentuk komitmen organisasi dalam melakukan konsolidasi internal serta langkah serius dalam memastikan keberlanjutan roda organisasi yang selama ini dinilai berjalan belum maksimal.
Dalam keterangannya, Rafli A Tanjung menegaskan langkah regenerasi merupakan kebutuhan mutlak bagi organisasi kepemudaan yang ingin tetap relevan di tengah dinamika sosial dan tantangan zaman.
Rafli mengakui selama menjabat sebagai Ketua DPD Sumut, masih terdapat berbagai kekurangan dalam memaksimalkan eksistensi organisasi di tengah masyarakat.
Menurutnya, penyegaran di tubuh organisasi menjadi langkah strategis agar Pemuda Demokrat Indonesia tidak stagnan dan mampu menghadirkan energi baru dalam merespon berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat Sumut.
Rafli yang akrab disapa Bung Rafli juga menyadari usia yang tidak lagi berada dalam kategori pemuda menjadi pertimbangan moral untuk memberikan ruang kepada generasi yang lebih muda, energik, dan memiliki semangat juang dalam membawa organisasi ke arah yang lebih progresif.
"Sebutan pemuda itu sudah selayaknya dipegang oleh orang-orang muda yang memiliki energi, semangat, dan wawasan yang luas dalam menghadapi tantangan zaman," ujarnya seraya menambahkan bahwa dirinya merupakan kader Pemuda Demokrat Indonesia sejak tahun 1990-an.
Dia menilai sosok Paulus P. Gulo sebagai figur yang memiliki latar belakang ideologis yang sejalan dengan semangat marhaenisme, mengingat keterlibatannya sebagai kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sumut yang dikenal memiliki kesamaan garis perjuangan ideologi.
Dengan kepemimpinan baru di tangan Paulus P. Gulo, diharapkan Pemuda Demokrat Indonesia Sumut dapat kembali hadir secara nyata di tengah masyarakat serta mampu memainkan peran strategis dalam wacana pembangunan kepemudaan ke depan.
Sementara itu, Paulus P. Gulo menyatakan kesiapannya untuk membangun Pemuda Demokrat Indonesia Sumatera Utara secara lebih serius, terstruktur, dan kompetitif agar mampu berkembang serta bersaing dalam berbagai program strategis organisasi ke depan.
"Kita siap bersinergi dengan pihak manapun demi kemajuan organisasi dan kepentingan masyarakat luas," tegas Paulus Gulo, yang merupakan mantan Ketua DPD GMNI ini.
Pada kesempatan ini, Pardomuan Gultom yang terpilih sebagai Wakil Ketua DPD Pemuda Demokrat Indonesia Provinsi Sumut menyampaikan Pemuda Demokrat merupakan organisasi pengkaderan yang fokus kepada isu-isu kebangsaan, seperti kemiskinan, pendidikan, kebudayaan, pemerintahan, dan isu lainnya.
"Selain melakukan kaderisasi, kita berpandangan bahwa cita-cita proklamasi harus dituntaskan. Khususnya untuk Provinsi Sumatera Utara, agenda penting yang menyangkut penyelesaian konflik agraria dan bencana ekologis tidak bisa dianggap sepele. Ini yang membuat pembangunan di Sumut tidak maju-maju. Termasuk juga soal korupsi," ucap Pardo. (Red)
