Notification

×

Banjir Landa Kota Tebingtinggi, Ratusan Warga Terdampak Bencana, Minta Perhatian Pemko

Kamis, 10 April 2025 | 16:31 WIB Last Updated 2025-10-07T05:38:23Z
Hujan deras yang mengguyur Kota Tebingtinggi, Sumatera Utara, sejak Rabu (9/4/2025) malam menyebabkan banjir di sejumlah wilayah pada Kamis (10/4/2025) dini hari sekitar pukul 00.39 WIB.
TEBINGTINGGI (Kliik.id) - 
Hujan deras yang mengguyur Kota Tebingtinggi, Sumatera Utara, sejak Rabu (9/4/2025) malam menyebabkan banjir di sejumlah wilayah pada Kamis (10/4/2025) dini hari sekitar pukul 00.39 WIB.

Peristiwa tersebut kembali mengingatkan warga pada rentetan kejadian banjir yang rutin melanda kota ini dalam beberapa tahun terakhir.

Banjir kali ini merendam lima kelurahan di dua kecamatan, dengan 187 kepala keluarga (KK) atau 728 jiwa terdampak.

Berdasarkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tebingtinggi, ketinggian air di permukiman warga berkisar antara 10 hingga 70 sentimeter.

Genangan air terjadi akibat meluapnya Sungai Padang setelah curah hujan tinggi mengguyur sejak malam hari yang diperparah dengan hujan yang terjadi di hulu Sungai Bahilang dan Sungai Padang sehingga mengakibatkan bertambahnya luapan debit air dari Sungai Bahilang dan Sungai Padang.

"Sebagian warga sempat mengungsi ke rumah kerabat dan tempat yang lebih tinggi. Pagi harinya, air masih belum surut, namun tim gabungan tetap bersiaga untuk mengantisipasi hujan susulan dan banjir kiriman dari wilayah Kabupaten Simalungun/Sungai Bah Bolon dan Kabupaten Serdangbedagai/Sungai Padang," ujar Kepala BPBD Kota Tebingtinggi, Tora Daeng Masaro.

Tren Banjir Beberapa Tahun Terakhir 

Kota Tebingtinggi tercatat beberapa kali mengalami banjir dengan skala berbeda dalam tiga tahun terakhir.

Data BPBD menunjukkan:

- Tahun 2022 terjadi 7 kejadian banjir, dengan total 1.885 KK (7.526 jiwa) terdampak, meliputi 5 kecamatan dan 17 kelurahan, ditandai dengan adanya SK Tanggap Darurat.

- Tahun 2023 tercatat 1 kejadian banjir yang berdampak pada 57 KK (228 jiwa).

- Tahun 2024 terjadi 1 peristiwa banjir besar dengan 2.947 KK (9.634 jiwa) terdampak, meliputi 5 kecamatan dan 16 kelurahan, ditandai dengan adanya SK Tanggap Darurat.

Data tersebut menunjukkan bahwa banjir di Kota Tebingtinggi masih menjadi ancaman tahunan yang perlu mendapat perhatian serius, terutama dalam penataan sistem drainase dan penguatan infrastruktur pengendali banjir.

Mengingat beberapa bangunan fisik yang terdampak oleh bencana banjir ini, warga Kota Tebingtinggi meminta perhatian dari Pemerintah Kota (Pemko) Tebingtinggi.

"Mohon kiranya menjadi perhatian Pemerintah Kota Tebingtinggi untuk mengusulkan perbaikan bangunan yang rusak akibat banjir sejak tahun 2022 sampai dengan tahun 2025, dan mengusulkan membuat bangunan yang baru untuk mengantisipasi bencana yang mungkin akan terjadi," ujar warga.

Kerusakan Sarana dan Prasarana 

Banjir yang berulang juga telah menyebabkan kerusakan pada sejumlah infrastruktur pengendali banjir, diantaranya, tembok penahan Sungai Bahilang Kecamatan Padang Hulu.

Kemudian, tembok penahan Sungai Padang di belakang Pasar Inpres, Kecamatan Tebingtinggi Kota, tembok penahan Sungai Padang di Kecamatan Rambutan.

Tembok penahan Sungai Sibarau di Kecamatan Bajenis dan tembok penahan Sungai Padang di Kecamatan Padang Hilir.

Langkah Penanganan dan Antisipasi

BPBD bersama Pemerintah Kota Tebingtinggi dan juga TNI, Polri beserta relawan telah melakukan langkah cepat dengan menurunkan tim ke lokasi terdampak, mengevakuasi warga, serta mendirikan posko siaga dan dapur umum.

Bantuan logistik seperti makanan siap saji, air bersih, dan perlengkapan dasar telah disalurkan kepada warga terdampak.

Selain itu, petugas juga melakukan pendataan kerusakan infrastruktur untuk diajukan dalam program perbaikan dan penguatan tanggul sungai.

Pemerintah daerah berkomitmen memperkuat sistem drainase dan mempercepat normalisasi sungai sebagai upaya jangka panjang mengurangi risiko banjir.

BPBD Kota Tebingtinggi menghimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, serta turut menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah ke saluran air demi mencegah tersumbatnya sistem drainase. (Red)
×
Berita Terbaru Update