Notification

×

Iklan

Bantu Krisis Sri Lanka, Bank Dunia Kucurkan Pinjaman Rp 2,3 T

Jumat, 29 Juli 2022 | 10:38 WIB Last Updated 2022-07-29T15:25:49Z
Bank Dunia (World Bank) kembali memberikan bantuan keuangan kepada Sri Lanka. Total dana yang telah dicairkan senilai US$ 160 juta atau setara Rp 2,38 triliun (kurs 14.917). (detikcom)
JAKARTA (Kliik.id) - 
Bank Dunia (World Bank) kembali memberikan bantuan keuangan kepada Sri Lanka. Total dana yang telah dicairkan senilai US$ 160 juta atau setara Rp 2,38 triliun (kurs 14.917).

"Bank Dunia sangat prihatin dengan situasi ekonomi yang mengerikan dan dampaknya terhadap rakyat Sri Lanka," kata Bank Dunia dalam keterangan resminya, Jumat (29/7/2022).

Bantuan tersebut untuk membantu meringankan kekurangan ekstrem barang-barang penting seperti obat-obatan, gas memasak, pupuk, makanan untuk anak sekolah, hingga bantuan tunai untuk rumah tangga miskin dan rentan.

"Selain itu, proyek lain yang sedang berjalan terus mendukung layanan dasar, pengiriman obat-obatan dan perlengkapan medis, makanan sekolah dan keringanan biaya kuliah," tuturnya.

Bank Dunia menyebut pihaknya bersama lembaga pelaksana terus kerja sama untuk kontrol pengawasan fidusia guna memastikan dana tersebut tepat sasaran, serta menjangkau yang miskin dan rentan.

"Kami akan terus memantau ini dengan cermat. Kami juga berkoordinasi erat dengan mitra pembangunan lainnya untuk memaksimalkan dampak dukungan kami bagi masyarakat Sri Lanka," imbuhnya.

Bank Dunia menegaskan tak akan mengucurkan program pinjaman baru bagi Sri Lanka sampai negara tersebut berhasil menyusun kerangka kebijakan ekonomi makro yang memadai.

Sri Lanka dinilai perlu mendorong reformasi struktural yang mendalam dengan fokus pada stabilitas ekonomi. Negara tersebut juga diminta mengatasi akar penyebab utama terjadinya krisis untuk memastikan pemulihan ekonomi ke depan.

"Ini membutuhkan reformasi struktural mendalam yang berfokus pada stabilisasi ekonomi, dan juga mengatasi akar penyebab struktural yang menciptakan krisis ini untuk memastikan pemulihan dan pembangunan Sri Lanka di masa depan yang tangguh dan inklusif," tandasnya. (Detik)
×
Berita Terbaru Update