Notification

×

Iklan

Banner Iklan DPRD Tebing Tinggi

TERUNGKAP Ada Remaja 17 Tahun Disiksa dan Dipaksa Makan Cabai di Kerangkeng Bupati Langkat

Jumat, 15 April 2022 | 13:01 WIB Last Updated 2022-04-15T08:07:58Z
Kerangkeng manusia Bupati Langkat.
MEDAN (Kliik.id) - Seorang remaja berusia 17 tahun berinisial DAS dicambuki pakai selang air hingga nyaris tewas saat berada di kerangkeng manusia milik Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana Perangin-angin.

Selain dicambuk dan dipukuli, DAS juga dipaksa memakan cabai dan garam dua sendok makan perhari.

Hal itu terungkap saat Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut melakukan pengembangan atas kasus kerangkeng manusia yang menjerat Terbit Rencana Perangin-angin.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi, mengatakan, orangtua dari DAS mengetahui anaknya disiksa dicambuki pakai selang air setelah melihat dari media sosial Facebook.

Orangtua DAS memasukkan anaknya ke kerangkeng manusia dengan harapan anaknya dapat dibina dan bertobat dari perlakuannya. Namun, faktanya DAS malah disiksa.

"Awalnya orang tua korban tidak mengetahui bahwa anaknya di dalam kerangkeng disiksa. Dia tahu setelah melihat postingan di Facebook, bahwa di kerangkeng dilakukan penyiksaan terhadap orang yang dibina," ujar Hadi kepada wartawan, Jumat (15/4/2022).

Tak hanya itu, kata Hadi, DAS juga diperbudak selama tiga bulan di pabrik kelapa sawit milik Terbit Rencana Perangin-angin. Selama bekerja, DAS tidak diberikan gaji.

Hadi mengatakan, DAS dimasukkan ke kerangkeng selama 4 bulan sejak Februari 2021 sampai Juni 2021. Penyiksaan paling sadis, lanjut Hadi, pada pekan pertama. Dia disiksa oleh lebih dari dua orang dewasa.

"Pertama kali masuk mendapat berbagai penganiayaan seperti dipukul dengan selang mesin hingga mengalami luka robek dan lebam di punggung dan wajah," jelas Hadi.

Diketahui, Polda Sumut telah menahan 8 orang tersangka kerangkeng manusia milik Terbit Rencana Perangin-angin. Termasuk Terbit dan anak sulungnya, Dewa Perangin-angin.

Sejauh ini, polisi menyatakan 4 orang tewas diduga mengalami penyiksaan selama di kerangkeng manusia. (Rls)
×
Berita Terbaru Update