Notification

×

Iklan

Banner Iklan DPRD Tebing Tinggi

Satgas IDI Prediksi Tak Bakal Ada Lagi Varian Baru Corona Berbahaya

Kamis, 14 April 2022 | 09:02 WIB Last Updated 2022-04-14T02:02:51Z
Kemunculan rekombinan varian baru Corona yakni varian XE, XD dan XF hingga 'saudara' baru Omicron BA.4 dan BA.5 memicu kekhawatiran virus terus berkembang. (detikcom)
JAKARTA (Kliik.id) - 
Kemunculan rekombinan varian baru Corona yakni varian XE, XD dan XF hingga 'saudara' baru Omicron BA.4 dan BA.5 memicu kekhawatiran virus terus berkembang.

Meski belum ada bukti varian-varian tersebut memicu gejala COVID-19 lebih berat, salah satu di antaranya yaitu varian XE disebut menjadi varian paling menular di dunia.

Ketua Satgas COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia Prof Zubairi Djoerban menjelaskan virus bakal terus bermutasi jika penularan di masyarakat masih terjadi. Namun, perkembangan karakteristik virus akibat mutasi termasuk COVID-19, tak selalu memburuk.

Bahkan, Prof Zubairi memprediksi tak akan ada lagi varian baru Corona berbahaya di masa mendatang. Tanda sudah endemi?

"Selama virus menyebar melalui populasi, mutasi terus terjadi, dan keluarga Omicron terus berkembang-yang dengan cepat menggeser Delta," kata dia di akun Twitter pribadinya, dikutip detikcom atas izin yang bersangkutan Kamis (14/4/2022).

"Tapi, mutasi menjadi varian berbahaya mungkin tak akan ada lagi," prediksinya.

Kementerian Kesehatan RI sebelumnya menegaskan varian XE, XD, dan XF belum ditemukan di Indonesia. Meski begitu, ketiga varian tersebut perlu diwaspadai lantaran berkemungkinan muncul akibat mutasi dari subvarian Omicron BA.2 dan varian Delta.

"Kita tetap waspada ya, walau sampai saat ini subvarian XE belum ditemukan tapi karena baik BA.1, BA.2, dua-duanya sudah ada di Indonesia. Sehingga bisa saja varian XE itu bermutasi di kita," kata juru bicara vaksinasi COVID-19 Kemenkes RI dr Siti Nadia Tarmizi, kepada detikcom baru-baru ini. (Detik)
×
Berita Terbaru Update