Notification

×

Iklan

Kadis Parawisata, Pemandu Wisata Harus Miliki Story' Telling Yang Baik

Kamis, 24 Maret 2022 | 12:59 WIB Last Updated 2022-03-24T06:11:00Z


Simalungun - Pemerintah Kabupaten Simalungun melalui Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Kab. Simalungun, menggelar Pelatihan, Bimtek dan sertifikasi kompetensi Pramuwisata untuk mendukung sumber daya manusia yang berprofesi sebagai Pemandu Wisata Muda (Lokal) di Kabupaten Simalungun, pada hari Selasa dan Rabu (22-23/03/2022).

Kepala Dinas Parawisata dan Kebudayaan Kabupaten Simalungun kepada awak media menyampaikan uji kompetensi ini dilaksanakan agar pemandu wisata di Kabupaten Simalungun  berkualitas dan memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik ke wisatawan di destinasi wisata masing-masing.

"Untuk peningkatan potensi sumber daya manusia di bidang pariwisata dalam hal ini pramuwisata yang ada di Kabupaten Simalungun diadakan uji kompetisi, jadi nanti melalui sertifikasi dan peningkatan kapasitas ini kita memiliki pramuwisata atau pemandu wisata yang sudah tersertifikasi," ujar Fikri Damanik.

"Diharapkan melalui Uji Kompetensi ini sudah memiliki kemampuan verbal yang baik, mampu berkomunikasi dan menceritakan story telling yang ada di wilayah destinasi wisata masing-masing.
Kemudian dia juga mampu mengidentifikasi sejarah dari orang-orang yang tahu sejarah yang ada di desa wisata nya atau di destinasi wisata sehingga dia memiliki data yang akurat, cerita yang jelas sejarah yang tidak terbantahkan dan juga itu bisa nanti diberikan Dan disampaikan kepada seluruh wisatawan sebagai sebagai bagian dari produk wisata," tambah Fikri.

Fikri Damanik juga menyampaikan bahwa peserta yang ikut kegiatan uji kompetensi pemandu wisata semua berasal dari desa wisata dan destinasi wisata yang ada di Kabupaten Simalungun.

"Peserta yang hadir dari Desa wisata, Pokdarwis dan komunitas wisata yang ada di Kabupaten Simalungun. Memang ini belum terakomodir  semua, tapi harapan kita ke depan program ini berkelanjutan sehingga kemampuan pemandu wisata di Kabupaten Simalungun tidak diragukan lagi. Sekitar 60 orang yang mengikuti pelatihan untuk mengikuti kompetensi dan sertifikasi. Harapannya dengan kegiatan ini, pertama ada kemudahan  bagi wisatawan ketika berkunjung ke salah satu tempat destinasi wisata ada pemandu wisata yang kompeten, kedua teridentifikasi semua sejarah dan bahan-bahan history dari semua daerah destinasi wisata yang mungkin nanti bisa menjadi data kita menjadi produk wisata dan semakin banyak orang yang berwisata," pungkas Fikri Damanik.(AS) 
×
Berita Terbaru Update