Notification

×

Iklan

Iklan

Banner Iklan RSI

Petugas Melati Pemko Medan Korban Begal Ditolak RS Imelda, Bobby Marah dan Akan Panggil Seluruh Rumah Sakit

Selasa, 04 Januari 2022 | 09:03 WIB Last Updated 2022-01-04T05:10:54Z
Wali Kota Medan Bobby Nasution menjenguk petugas melati yang menjadi korban begal.
MEDAN (Kliik.id) - 
Seorang petugas kebersihan atau petugas melati Pemko Medan, Sumatera Utara, yang menjadi korban begal bernama Rahmadhoni Hasibuan (53) sempat ditolak berobat di RS Imelda hingga akhirnya dilarikan ke RS Pirngadi Medan.

Akibat dibegal, wanita paruh baya ini mengalami luka-luka dan kondisinya tak berdaya di pinggir jalan. Sepeda motor Honda Beat miliknya juga dibawa kabur.

Ramadhoni mengaku usai dibegal dirinya mendatangi RS Imelda untuk mendapatkan pertolongan. Namun ia tidak bisa mendapatkan pelayanan lantaran RS Imelda tidak menerima pembayaran melalui BPJS Ketenagakerjaan.

Karena tidak bisa mendapatkan perawatan di RS Imelda, akhirnya ia mencoba ke RS Pringadi Kota Medan.

"Akhirnya disini saya diterima dan mendapat perawatan," ujarnya di RS Pringadi, Senin (3/1/2022).

Ia menceritakan kejadian begal bermula saat dirinya keluar dari rumah pada pukul 05.15 WIB. Saat bekerja di Jalan Pinus, Komplek DPRD Kota Medan, Kecamatan Medan Timur, dirinya dibegal.

Rahmadhoni mengaku dirinya sempat dipukul dari belakang menggunakan balok sehingga terjatuh.

"Saya dipukul dengan balok dan langsung saya terjatuh. Mereka mengambil motor saya," katanya.

Mengetahui kejadian ini, Wali Kota Medan Bobby Nasution menjenguk petugas kebersihan tersebut.

Bobby sempat menanyakan kronologi kejadian penolakan dari RS Imelda. Menantu Presiden Jokowi ini menyayangkan pelayanan RS Imelda.

"Namanya rumah sakit untuk melayani seluruh masyarakat yang butuh pelayanan kesehatan. Kita inginnya semua dilayani tanpa ada melihat jenjang statusnya terlebih dahulu," ujar Bobby.

Bobby menjelaskan bahwa masalah BPJS bisa atau tidak, seharusnya itu bisa dibicarakan setelah pertolongan pertama dilakukan.

"Jangan tidak melayani pasien karena kejadian tertentu. BPJS masih bisa dikoordinasi apalagi ini masih masuk dalam pegawai pemko dimana seharusnya lebih gampang untuk dikomunikasikan," jelasnya.

Atas kejadian penolakan ini, Bobby berencana akan mengumpulkan seluruh rumah sakit di Kota Medan agar hal-hal seperti ini tidak terjadi lagi.

"Kita akan segera mengumpulkan seluruh RS di Kota Medan agar kejadian tidak terulang," ujarnya.

Saat ini, kejadian begal sudah dilaporkan ke Polsek Medan Timur dan sedang dalam penyelidikan.

"Saya berharap pelaku dapat segera ditangkap," kata Bobby. (Rls)
×
Berita Terbaru Update