Notification

×

Iklan

Wanti-wanti Sri Mulyani ke Anak Buah: Jangan Pura-pura Jujur dan Tak Korupsi!

Rabu, 08 Desember 2021 | 12:59 WIB Last Updated 2021-12-08T07:03:34Z
Menkeu Sri Mulyani. (detikcom)
JAKARTA (Kliik.id) - 
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani meminta agar seluruh jajaran di Kementerian Keuangan mencegah hal-hal yang mendekati pada tindak korupsi, salah satunya bersikap tidak integritas dan penuh kepura-puraan. Hal itu dia sampaikan dalam acara Puncak Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia).

"Saya berharap seluruh jajaran Kementerian Keuangan dalam menjalankan perannya memberikan contoh dan kemudian menjadi role model Anda adalah satu dengan nurani Anda sehingga tidak ada kepura-kepuraan," kata Sri Mulyani dalam YouTube Kemenkeu RI, Rabu (8/12/2021).

"Itu adalah dari value saya. Aku tidak harus pura-pura jujur, pura-pura sederhana, pura-pura tidak korupsi karena kepura-puraan itu adalah musuh dari integritas. Jadi saya minta supaya kita jaga (integritas)," sambungnya.

Selain menghindari sikap yang serba berpura-pura, Sri Mulyani juga meminta agar para pejabat atau pemimpin yang ada di Kemenkeu tidak bersikap munafik di depan anak buahnya. Karena, kata dia, pemimpin akan menjadi role model para pegawainya.

"Tidak menjadi munafik waktu di depan anak buah dia seolah-olah menjadi A waktu di belakang dia menjadi B. Hidup akan sangat lelah kalau kita memiliki berbagai macam split personality seperti itu," katanya.

Dia mengatakan, korupsi merupakan penyakit paling berbahaya bagi perekonomian. Sebab, korupsi memberikan dampak yang luar biasa bagi Indonesia seperti hilangnya kepercayaan masyarakat kepada pemerintah.

"Korupsi memiliki dampak luar biasa merusak. Korupsi bisa menggerus tingkat kepercayaan karena masyarakat bisa lagi tidak mempercayai suatu pemerintah yang dianggap korup sehingga bisa terjadi gejolak politik sosial," jelasnya.

Dia menjelaskan, area utama untuk mencegah korupsi di Kementerian Keuangan berada di tata kelola leadership, tone of the top, nilai-nilai Kemenkeu dan kode etik yang dijalankan. Selain itu, ada juga manajemen risiko yang berhubungan dengan profil pekerja di Kemenkeu.

Setelah seseorang memegang jabatan di Kementerian Keuangan, Sri Mulyani mengatakan, tidak bisa lagi menjadi manusia normal karena ada tanggung jawab dan amanah institusi yang harus dipegang.

"Anak buah kita melihat setiap hari bagaimana kita bersikap, memimpin dan membuat keputusan. Dari hal-hal kecil saja apa yang kita makan, bagaimana mereka spend weekend dengan keluarga, pakai tas apa, arlojinya merek apa. Itu semuanya dilihat," tuturnya.

"Kita tidak bisa menjadi manusia normal, karena setiap manusia juga memiliki privasi dan hal-hal yang dia inginkan namun kita tahu pada saat kita memegang amanah ini maka Anda memiliki tanggung jawab terhadap institusi yang akan dilihat oleh anak buah kita. Dan dengan demikian anda akan menjadi the real model dari anak buah kita," pungkasnya. (Detik)
×
Berita Terbaru Update