Notification

×

Iklan

Iklan

Banner Iklan RSI

Sempat Ditembaki, Nelayan Asing Curi Ikan di Laut Belawan Ditangkap

Senin, 13 Desember 2021 | 14:44 WIB Last Updated 2021-12-13T16:48:49Z
Kepala Stasiun PSDKP Belawan, Andri Fahrulsyah.
MEDAN (Kliik.id) - 
Petugas Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Belawan, Kota Medan, menahan sejumlah nelayan asal Malaysia, Thailand dan Myanmar.

Para nelayan ini ditangkap di lokasi berbeda di perairan Indonesia, karena mencuri ikan. Saat penangkapan, petugas PSDKP terpaksa melakukan penembakan untuk menundukkan para pencuri ini.

Kepala Stasiun PSDKP Belawan, Andri Fahrulsyah mengatakan, dalam enam hari terakhir PSDKP menangkap dua kapal nelayan asing.

Adapun kapal asing yang ditangkap di Perairan Laut Selat Malaka itu yakni KM KHF 1746 dan KM PKFD 1749.

KM 1746 ditangkap pada 4 Desember 2021 dengan jumlah Anak Buah Kapal (ABK) sebanyak lima oramg, dua diantara ABK berkebangsaan Thailand dan tiga berkebangsaan Myanmar.

Sementara KM PKFD 1749 ditangkap pada Rabu 8 Desember 2021 dengan lima ABK yang seluruhnya warga Myanmar.

"Sepanjang 2021, petugas Stasiun PSDKP Belawan telah menangkap 18 unit kapal ikan asing, termasuk 14 kapal ikan Indonesia yang menggunakan pukat trawl," ujar Andri kepada wartawan, Senin (13/12/2021).

Dalam operasi penangkapan kapal ikan asing yang dipimpin oleh Kapten Hendro Andaria tersebut, sempat terjadi kejar-kejaran. Operasi penangkapan kapal pencuri ikan digelar mulai 3 Desember 2021 lalu.

"Sejak kami menerima surat tugas dari Kepala Stasiun PSDKP Belawan 3 Desember dua kapal. Yang pertama KM KHF 1746 dan KM PKFD 1749," ujar Hendro.

Dalam penangkapan ini, kapal pencuri ikan tersebut melakukan manuver berbahaya, sehingga petugas menembakkan peluru sebanyak 150 butir.

Saat itu, nakhoda kapal pencuri ikan berbangsa Myanmar tersebut sempat melompat ke laut.

"Dia berusaha untuk melarikan diri dan melompat ke laut," kata Hendro. (Rls)
×
Berita Terbaru Update