Notification

×

Iklan

Komisi III DPR: Polri Mesti Terima Kasih Sentilan Jokowi, Itu Perhatian

Jumat, 03 Desember 2021 | 16:19 WIB Last Updated 2021-12-03T17:22:45Z
Ketua Komisi III DPR RI, Bambang Wuryanto. (detikcom)
JAKARTA (Kliik.id) - 
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan kritik terhadap kinerja jajaran Polri. Ketua Komisi III DPR RI, Bambang Wuryanto, menilai kritik Jokowi bagian dari perhatian kepala pemerintahan terhadap aparatnya.

"Polri itu adalah bagian dari fungsi pemerintahan yang tugasnya mendukung Presiden dengan tugas khusus menjaga keamanan, kenyamanan, dan ketertiban masyarakat," kata Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul kepada wartawan, Jumat (3/12/2021).

Kritik Jokowi ke jajaran kepolisian, utamanya kapolda dan kapolres, adalah soal sowan ke organisasi masyarakat (ormas) yang kerap menimbulkan keributan. Kritik Jokowi lainnya adalah soal mural yang tak perlu ditakuti.

"Kinerja polisi diukur dari situ, bisa nggak dia, nomor satu, menjaga ketertiban masyarakat? Menjaga keamanan masyarakat? Kan gitu. Bisa menjadi pelayan sekaligus pengayom masyarakat, bisa nggak? Kan begitu. Tentu Presiden bisa menambah tugas-tugas khusus sebagai yang termaktub di dalam UU Nomor 2 tahun 2002 tentang Kepolisian," ujar Bambang Pacul.

Politikus PDIP itu menilai apa yang disampaikan Jokowi merupakan teguran ke jajaran kepolisian. Dari teguran Jokowi itu, menurut Bambang Pacul, Polri dapat mawas diri.

"Kalau ini dianggap kritik dari Presiden, tentang kinerja kepolisian, tentu harus dianggap sebagai Presiden menegur bawahannya, kan gitu. Presiden sebagai kepala pemerintahan, Presiden menegur," ucap Bambang Pacul.

"Polisi boleh melakukan introspeksi, retrospeksi, atas dasar penugasan yang saya sebut tadi, dievaluasi lagi, mana-mana yang belum clear. Polisi boleh bertanya, 'apakah kami sudah bisa menjadi instrumen negara membantu pemerintahan di dalam keamanan masyarakat, kenyamanan masyarakat, ketertiban masyarakat, pelayanan masyarakat, sekaligus pengayom masyarakat, sudah terpenuhi belum?'. Kalau itu belum tentu kinerja kepolisian ditingkatkan kembali," sambungnya.

Bambang Pacul berharap kritik Presiden Jokowi ini dianggap dalam rangka memberi sentilan kepada aparat menjaga ketertiban . Kritik Jokowi, menurut Pacul perlu diartikan terlalu jauh.

"Tapi apakah Presiden kurang puas? Saya kira kurang puas wong jelas kritik, memberikan arahan tentu kurang puas terhadap kinerja Polri. Makanya seperti itu, kinerjanya belum sebagaimana harapan kepala pemerintahan strip kepala negara tersebut," sebut Pacul.

Oleh sebab itu, kritik dari Jokowi menurut Pacul koreksi yang baik bagi Polri. Kritik Jokowi dapat dianggap perhatian kepada jajaran kepolisian.

"Itu koreksi yang baik bagi para jajaran kepolisian. Jadi itu mestinya jajaran kepolisian berterima kasih terhadap kritik atau sentilan dari Presiden ini, itu bagian dari Presiden memberi perhatian kepada aparatnya," imbuhnya. (Detik)
×
Berita Terbaru Update