Notification

×

Iklan

Banner Iklan DPRD Tebing Tinggi

Gubsu Edy Rahmayadi Jewer Telinga dan Usir Pelatih Biliar Gegara Tak Tepuk Tangan

Selasa, 28 Desember 2021 | 07:17 WIB Last Updated 2021-12-28T17:22:29Z
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi saat menjewer telinga pelatih biliar.

MEDAN (Kliik.id) - 
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi menjewer telinga dan mengusir seorang pelatih bilyar yang tertidur pada acara Pemberian Tali Asih Atlet Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2020 di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Sudirman, Kota Medan, Senin (27/12/2021).

Saat berpidato di hadapan para atlet PON Papua, Edy menunjuk seorang pria dan memintanya untuk ke depan. Edy melihat pria tersebut tertidur dan tidak tepuk tangan saat ia berbicara.

"Kamu kenapa tidak tepuk tangan? Kamu dari cabang olahraga apa?" tanya Edy.

"Bilyar pak," jawab pria tersebut.

Edy langsung bertanya kepada Ketua KONI Sumut John Ismadi Lubis apakah cabang olahraga bilyar dapat emas atau tidak. Edy pun terlihat menjewer telinga dan mengusir pria tersebut.

"Sumut butuh orang-orang yang benar-benar siap. Saya minta itu jangan dipakai lagi," katanya.

Mantan Pangkostrad ini menegaskan, Sumut membutuhkan orang-orang yang siap berjuang demi meraih prestasi yang terbaik. Terlebih pada tahun 2024, Sumut akan menjadi tuan rumah PON.

"Saya terpaksa berlakukan tegas. Apalagi dia seorang pelatih. Kita harus benar-benar siap," katanya.

Edy pun menceritakan pengalamannya ketika memantau perjuangan atlet Sumut di PON Papua lalu. Salah satunya olahraga catur. Di cabang orahraga itu, Sumut kekurangan satu orang atlet.

Padahal di lokasi yang sama, kata Edy, dirinya menemui banyak atlet catur yang memiliki marga, namun tak membela nama Sumut.

"Saya ada tunggu enam jam di arena catur, kenapa cuma tiga? Padahal tuntutan main ada empat. Satu tak berangkat. Tak ada pemainnya. Saya toleh ke kiri dan kanan ada enam orang bemarga di sana, tapi bawa nama provinsi lain," jelasnya.

Edy terus menegaskan agar olahraga di Sumut harus ditingkatkan, demi meraih prestasi kedepan. (Rls)
×
Berita Terbaru Update