Notification

×

Iklan

Iklan

Banner Iklan RSI

Tanggul Sungai Jebol, Ratusan Rumah di Dolok Masihul Sergai Terendam Banjir

Rabu, 17 November 2021 | 22:05 WIB Last Updated 2021-11-18T03:09:52Z
Banjir di Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Sergai, Sumatera Utara.
SERDANGBEDAGAI (Kliik.id) - 
Kondisi curah hujan tinggi dan tanggul jebol berdampak pada banjirnya rumah warga Desa Aras Panjang, Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai), Sumut, Rabu (17/11/2021).

Menurut data sementara yang dihimpun, ada sebanyak 718 Kepala Keluarga (KK) terdampak banjir tersebar di Kelurahan Pekan Dolok 340 KK, Pekan Kamis 270 KK, Aras Panjang 90 KK, Desa Bantan 10 KK dan Desa Tegal Sari 8 KK.

Warga Dolok Masihul bermarga Sianturi menjelaskan, banjir yang merendam rumah warga sudah mencapai ketinggian 50 sentimeter.

Ia mengatakan, akibat tanggul jebol, air dari sungai di Desa Aras Panjang meluap dinihari tadi sekira pukul 02.00 WIB.

Warga pun berharap kepada pemerintah daerah untuk segera menyelesaikan persoalan banjir yang kerap terjadi. Mereka juga meminta agar pemerintah segera memperbaiki tanggul yang jebol.

"Kami butuh bantuan dan perawatan tanggul di desa kami. Asal hujan deras melanda desa ini, air sungai meluap dan merendam rumah warga," ujar Sianturi.

Sementara, Bupati Sergai Darma Wijaya mengatakan, pihaknya telah menurunkan bantuan kepada korban banjir Dolok Masihul.

"Bantuan sementara telah ditempatkan di Kantor Lurah Pekan Dolok untuk disalurkan kepada warga terdampak," ujar Darma Wijaya.

Darma meminta Lurah hingga Camat untuk tanggap atas laporan warga terkait banjir dan sigap mengambil langkah penanganan baik itu pendirian posko, dapur umum dan lainnya.

"Kepada warga diminta tetap waspada karena curah hujan yang masih tinggi," katanya.

Diketahui, sudah tiga minggu belakangan ini Kabupaten Sergai dilanda banjir. Sebelumnya, terdapat 3 kecamatan yang terdampak banjir yakni Kecamatan Sei Rampah, Kecamatan Tanjung Beringin, dan Kecamatan Tebingtinggi.

Akibatnya ribuan rumah terdampak sehingga warga pun memilih untuk mengungsi. Bahkan, ada ketinggian air yang mencapai dada orang dewasa.

Namun dua hari ini, debit air sudah mulai surut. Warga yang mengungsi berangsur-angsur kembali ke rumah masing-masing. (Rls)
×
Berita Terbaru Update