Notification

×

Iklan

Iklan

Banner Iklan RSI

Menteri ATR/BPN Sebut Banyak Mafia Tanah Internal, Polri Akan Koordinasi

Sabtu, 09 Oktober 2021 | 12:03 WIB Last Updated 2021-10-09T06:38:21Z
Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono

JAKARTA (Kliik.id) - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil mengakui mafia tanah telah menjalar ke jajarannya.

Bareskrim Polri akan melakukan koordinasi dengan Kementerian ATR/BPN untuk memberantas mafia tanah yang ada di kalangan internal kementerian itu sendiri.

"Nanti dikoordinasikan kalau mengenai internal mereka," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono saat dihubungi, Sabtu (9/10/2021).

Argo menjelaskan pada dasarnya sudah ada Satgas Mafia Tanah yang memberantas kasus-kasus sengketa tanah. Dalam hal ini, Polri bekerja sama dengan ATR/BPN untuk memberantas mafia tanah.

"Kan sudah ada Satgas Mafia Tanah antara Polri dan BPN," imbuhnya.

Diketahui, kehadiran mafia tanah belum juga punah. Bahkan Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil mengatakan mafia tanah telah menjalar ke jajarannya.

Dia mengakui beberapa pegawai BPN menjadi bagian mafia tanah. Menurutnya, mafia tanah sebetulnya tidak banyak. Yang banyak itu adalah 'teman-temannya'. Yang dimaksud 'teman-teman' itu ada yang berada di jajaran BPN.

Yang jelas, Sofyan Djalil mengaku saat ini pihaknya pun mulai bersih-bersih secara internal. Sofyan berjanji pihaknya akan memecat pegawai BPN yang terbukti ada main dengan mafia tanah.

"Maka di BPN, kalau orang bilang bagian dari mafia tanah, itu saya akui betul. Maka kita perangi betul di internal juga. Kita pecat orang-orang yang terlibat. Saat ini banyak program pembersihan internal," ungkap Sofyan dalam diskusi Peran Komisi Yudisial dalam Mengawasi Silang Sengkarut Kasus Pertahanan di Peradilan yang disiarkan secara virtual, dikutip Jumat (8/10/2021).

Sebagai contoh, sudah ada satu kepala kantor wilayah (kakanwil) BPN di Jakarta yang terbukti ada main dengan mafia tanah. Sofyan menegaskan orang itu kini sudah dipecat dan sedang diproses hukum.

"Kasus di Jakarta itu kakanwil-nya, kakanwil yang diberi kekuasaan, kewenangan, pangkat, itu bagian mafia kita ambil tindakan keras sekali," ungkap Sofyan. (Detik)
×
Berita Terbaru Update