Notification

×

Iklan

Iklan

Banner Iklan RSI

Bupati Labusel Edimin Tolak Mobil Dinas Miliaran, Pilih Harga Rp 500 Juta

Selasa, 12 Oktober 2021 | 12:16 WIB Last Updated 2021-10-12T10:25:39Z
Bupati Labusel, Edimin
LABUSEL (Kliik.id) - Bupati Labuhanbatu Selatan (Labusel), Edimin, membatalkan rencana pembelian mobil dinas bupati baru seharga Rp1,78 miliar dan wakil bupati Rp730 juta. Sebagai gantinya, Edimin meminta mobil dinas seharga Rp 500 juta saja.

"Kita dimana-mana pemerintah kita defisit. Kita cerita tidak ada duit, masa kita beli mobil sampai Rp1,78 miliar, kan gak mungkin. Enggak etislah," ujar Edimin, kepada wartawan, Selasa (12/10/2021).

Edimin mengatakan pengadaan mobil seharga Rp1,7 miliar tersebut akan dibatalkan. Diganti dengan pengadaan baru yang nilainya kurang dari dari sepertiganya.    

"Yang lama itu kan dianggarkan untuk beli (Toyota) Prado. Itu kita batalkan, kita ganti dengan (Toyota) Innova. Harganya sekitar Rp520 juta," katanya.

Edimin mengatakan awalnya pembelian mobil dinas tersebut dianggarkan sebesar Rp1,4 miliar. Masuk kedalam APBD 2021, yang disusun oleh pemerintahan bupati sebelumnya.

Kemudian, sesaat setelah dirinya resmi dilantik harga mobil mengalami kenaikan sebesar Rp380 juta. Karena itu Kepala Bagian (Kabag) Umum Setdakab Labusel melapor kepada dirinya meminta agar tender mobil ini ditunda dan pengadaannya dimasukkan kedalam Perubahan APBD 2021. 

Mendengar laporan tersebut, Edimin yang sebelumnya belum mengetahui rencana ini, langsung meminta agar pengadaamnya dibatalkan. Dan diganti dengan mobil yang lebih murah.

"Beberapa saat setelah dilantik, datang Kabag Umum memberitahu ke saya tentang rencana pembelian ini. Cerita lah dia kondisi keuangan saat ini bagaimana dan bilang kalau dimasukkan saja nanti ke perubahan APBD. Sebelumnya kalau gak melapor dia, saya gak tahu ini. Setelah dia cerita saya bilang batalkan dan ganti yang lebih murah saja," ungkapnya.

Langkah Edimin ini ternyata mendapat dukungan dari Wakilnya Ahmad Padli Tanjung. Padli yang semula akan mendapat mobil dinas seharga Rp730 juta, juga minta diganti dengan mobil yang harganya tak lebih dari Rp500 juta.

"Saat saya bilang batalkan dan ganti Innova, Pak Sekda bilang 'Gak mungkinlah pak, masa mobil Bupati Innova, wakilnya Pajero,' kata Sekda," cerita Edimin.

"Mendengar itu, Wakil Bupati pun langsung ngomong, 'Bang kalau abang ganti mobil, aku pun ganti lah. Kita ganti ajalah Innova,' katanya. Ya udah akhirnya sama sama pakai Innova lah kami," sambungnya.

Sikap yang dipilih kedua pasangan ini, telah membuat Pemerintah Kabupaten Labusel menghemat pengeluaran sebesar Rp1,5 miliar. Rencananya kelebihan anggaran tersebut akan dialihkan ke sektor lain yang lebih membutuhkan.

"Nanti kita lihat sektor apa yang paling penting, yang bisa segera dirasakan masyarakat manfaatnya. Kesitu kita alihkan selisih anggaran ini," ucap Edimin. (Rls)
×
Berita Terbaru Update