Notification

×

Iklan

Iklan

Banner Iklan RSI

Anggota DPR Puji Kapolri soal Perintah Tak Antikritik-Pecat Polisi Pelanggar

Rabu, 20 Oktober 2021 | 11:37 WIB Last Updated 2021-10-20T12:41:04Z
Foto ilustrasi (detikcom)
JAKARTA (Kliik.id) - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan perintah tegas kepada jajarannya agar tidak antikritik dan langsung memecat polisi yang melanggar. Langkah Kapolri itu pun diapresiasi beberapa Anggota Komisi III DPR. Salah satunya Sarifuddin Suding.

Anggota Komisi III Fraksi PAN ini menilai langkah Kapolri yang luar biasa. Dia menilai langkap Kapolri membawa instansi kepolisian untuk profesional.

"Sikap tegas Kapolri sungguh sangat luar biasa ini membuktikan bahwa kapolri sungguh-sungguh ingin membawa kepolisian Negara RI sebagai polisi yang profesional berkeadilan dan karenanya langkah dan kebijakan kapolri ini patut kita apresiasi dan berikan penghargaan yang tinggi," kata Suding, kepada wartawan, Selasa (19/10/2021).

Suding menilai Jenderal Listyo Sigit yang responsif atas segala masukan. Menurutnya, hal itu merupakan upaya Listyo membangun kepercayaan publik.

"Ini membuktikan bahwa kapolri menginginkan Polri yang responsif atas berbagai masukan yang sifatnya konstruktif untuk membangun institusi kepolisian agar mendapat publik trust dan dukungan masyarakat dan karenanya sikap keterbukaan Polri ini patut kita berikan apresiasi dan penghargaan," ujarnya.

Apresiasi juga datang dari Anggota Komisi III Fraksi Golkar, Supriansa. Dia menilai langkah Jenderal Listyo Sigit mencerminkan slogan Presisi.

"Kami memberi apresiasi atas ketegasan sikap pak kapolri terkait masalah di internal kepolisian. Beliau mampu menerapkan sikap kepolisian yang tegas di saat harus tegas dan kepolisian yang bijak ketika memang harus bijaksana dalam menghadapi suatu masalah. Itulah konsep presisi yang sesungguhnya," ungkapnya.

Supriansa lantas menyebut instansi kepolisian saat ini banyak membawa ke arah perubahan yang lebih baik. Dia lantas memuji Jenderal Listyo yang selalu terbuka atas masukan dan saran Komisi III DPR.

"Kepolisian hari ini memang harus kita akui banyak mengalami perubahan ke arah yang lebih baik selama kepemimpinan kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Secara khusus saya memberi apresiasi kepada kapolri bersama seluruh jajarannya yang setiap saat bisa menerima masukan dari mitra kerja komisi III bahkan masukan dari masyarakat. Itu perlu dipertahankan," ujarnya.

Begitu juga dengan Anggota Komisi III Fraksi PKB, Jazilul Fawaid. Dia berharap perintah Kapolri ini dapat diterapkan hingga jajaran terbawah. Dengan begitu, menurutnya, citra kepolisian akan dipandang baik di masyarakat.

"Kami dukung dan apresiasi sikap tegas kapolri agar jajaran polri tidak antrikritik dan humanis menghadapi pandangan masyarakat. Kami tunggu pelaksanaan dan konsistensinya. Hemat kami, jika arahan kapolri ini dapat dilaksanakan sampai jajaran paling bawah, maka kami yakin citra kepolisian makin bagus dan dicintai masyarakat. Akhirnya, menjadi polisi sahabat rakyat, yang dicintai rakyat," tuturnya.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit mengeluarkan perintah tegas agar polisi tidak antikritik. Apalagi terhadap masukan yang sifatnya membangun.

"Jangan antikritik, apabila ada kritik dari masyarakat, lakukan introspeksi untuk menjadi lebih baik," kata Sigit dalam arahannya kepada jajaran melalui video conference di Mabes Polri, Jakarta Selatan.

Kapolri Sigit menekankan kepada seluruh kapolda dan kapolres tidak ragu memberikan sanksi tegas berupa pidana atau pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) kepada personelnya yang tidak menjalankan tugas sesuai aturan.

"Perlu tindakan tegas. Jadi tolong tidak pakai lama, segera copot, PTDH, dan proses pidana. Segera lakukan dan ini menjadi contoh bagi yang lainnya. Saya minta tidak ada kasatwil yang ragu. Bila ragu, saya ambil alih," kata Sigit.

Menurut mantan Kapolda Banten ini, perbuatan oknum anggota kepolisian telah merusak marwah dari institusi Polri. Hal itu juga telah mencederai kerja keras dan komitmen dari personel Korps Bhayangkara yang telah bekerja secara maksimal untuk masyarakat.

Kapolri Sigit mencontohkan kerja keras dan perjuangan anggota Polri yang positif adalah dengan berjibaku melakukan penanganan dan pengendalian pandemi COVID-19. Di antaranya memastikan penyaluran bansos tepat sasaran, melakukan akselerasi vaksinasi, dan memastikan protokol kesehatan (prokes) berjalan dengan baik.

Karena itu, Sigit berharap tindakan tegas kepada oknum polisi yang melanggar aturan dapat memberikan efek jera. Sebab, kelakuan oknum tersebut berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri, yang selama ini telah mendapatkan tren positif.

"Saya tidak mau ke depan masih terjadi hal seperti ini, dan kita harus melakukan tindakan tegas. Karena kasihan anggota kita yang sudah kerja keras, yang capek, yang selama ini berusaha berbuat baik, terus kemudian hancur gara-gara hal-hal seperti ini. Tolong ini disikapi dengan serius, kemudian lakukan langkah-langkah konkret yang baik," ujar eks Kabareskrim Polri itu. (Detik)
×
Berita Terbaru Update