Notification

×

Iklan

Iklan

Banner Iklan RSI

Kasus Corona RI Turun Drastis Lebih Cepat, Pemerintah Malaysia Diminta Belajar ke Indonesia

Minggu, 05 September 2021 | 09:37 WIB Last Updated 2021-09-05T07:41:00Z
Foto ilustrasi Bendera Malaysia
JAKARTA (Kliik.id) - Malaysia heran mengapa kasus Corona di Indonesia menurun drastis, lebih cepat dibandingkan tren kasus di negaranya. Hal ini dutarakan salah satu politisi yaitu pemimpin Partai Aksi Demokratik (DAP) Lim Kit Siang.

Dikutip dari Malaymail, Lim mempertanyakan hal ini kepada Menteri Kesehatan Malaysia Khairy Jamaluddin. Menegaskan jika vaksinasi bukan satu-satunya cara menyelesaikan masalah Corona di Malaysia.

"Bisakah menteri kesehatan yang baru, Khairy Jamaluddin, menjelaskan mengapa selama 16 hari berturut-turut, Indonesia telah mengurangi kasus baru Covid-19 hariannya menjadi kurang dari Malaysia bahkan kurang dari setengah seperti kemarin 8.955 kasus menjadi 20.988 kasus Malaysia?" kata Lim.

"Ini bukan mencari-cari kesalahan tetapi mencari cara untuk meningkatkan penanganan kita terhadap pandemi Covid-19 sehingga memenangkan perang melawannya," tambah pemimpin DAP itu.

Catatan Lim, Malaysia saat ini menjadi salah satu negara dengan kinerja terburuk di dunia terkait respons COVID-19. Kasus baru per satu juga penduduk berada di 572,43 dibandingkan dengan Indonesia 37,40.

Sementara prevalensi di Filipina 126,95 dan 61,27 di Myanmar, menurut data Our World in Data per 1 September. Tak hanya itu, Malaysia juga menempati puncak kematian COVID-19 dengan 8,48 per satu juta orang.

Vietnam setelahnya, berada di posisi kedua dengan 8,19 insiden kematian harian. Sementara Indonesia adalah 2,36, masih berdasarkan laporan yang sama.

"Pada laju infeksi dan kematian saat ini, kami akan menembus angka 1,8 juta untuk total kumulatif kasus Covid-19 hari ini," kata Lim.

"Kami akan memecahkan angka dua juta untuk total kumulatif kasus COVID-19 dan memecahkan angka 20 ribu untuk kematian akibat COVID-19 ketika kami merayakan Hari Malaysia ke-58 pada 16 September 2021," tambahnya.

Malaysia dapat menyalip dua negara lagi, Irak dan Belanda, untuk menduduki peringkat ke-21 di antara negara-negara dengan total kumulatif kasus COVID-19 terbanyak, bergabung dengan 20 negara lain yang melaporkan lebih dari dua juta kasus COVID-19.

Sementara anggota parlemen Iskandar Puteri membandingkan keberhasilan Indonesia dalam mengurangi jumlah kasus hariannya, dengan mengatakan negara tetangga itu, meskipun populasinya lebih besar, telah berhasil mengurangi tingkat infeksi Corona jauh lebih cepat daripada Malaysia. (Detik)
×
Berita Terbaru Update