Notification

×

Iklan

Iklan

Banner Iklan RSI

Atasi Banjir, Pemko Medan Alokasikan Rp 45 M Ganti Rugi Lahan Warga

Rabu, 25 Agustus 2021 | 10:43 WIB Last Updated 2021-08-25T06:48:06Z
Wali Kota Medan Bobby Nasution
MEDAN (Kliik.id) - Banjir masih menjadi persoalan klasik di Kota Medan bahkan terjadi setiap turun hujan. Untuk mengatasi persoalan itu Pemerintah Kota (Pemko) Medan telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 45 miliar di Perubahan APBD Tahun Anggaran 2021.

Uang tersebut akan dipergunakan untuk pembebasan lahan. Sebab, banyak rumah warga yang berdiri di bantaran sungai. Nantinya Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II yang melakukan normalisasi, Pemko Medan melakukan pembebasan lahan.

"Kalau kemarin ditantang apakah ada anggaran, sudah kita anggarkan, di P juga kita siapkan untuk sungai Rp 25 miliar plus Rp 20 miliar plus (sungai) sulang saling, berarti ada (total) Rp45 miliar untuk sungai nya saja, kita ditantang," ujar Wali Kota Medan Bobby Nasution di Kantor Camat Medan Helvetia, Selasa (24/8/2021).

Menurut Bobby, penanganan banjir tidak bisa dilakukan secara sporadis. Namun, harus berkesinambungan. Untuk drainase perkotaan perlahan sudah mulai dilakukan normalisasi. Sedangkan untuk sungai pihaknya berkoordinasi dengan BWS Sumatera II dan Pemprov Sumut.

Bobby mengatakan Sungai Deli, Sungai Babura dan Sungai Bedera sudah harus dilakukan normalisasi agar kapasitas menampung air lebih besar.

Permintaan untuk normalisasi sungai tersebut diakuinya sudah disampaikan kepada BWS Sumatera II. Rencananya pengerjaan dilakukan tahun depan.

"Karena kita baru minta tahun jni juga, dan penganggaran tidak bisa dipaksakan karena dari pusat juga, tahun ini sudah mulai ditenderkan kata BWS, tahun depan mulai pengerjaan nya," katanya.

Selain itu pintu air kanal akan diganti seperti yang ada di Katulampa. Dengan begitu ketika air sungai meluap dapat dialirkan ke kanal. Hanya saja ada dampak yang muncul yakni hutan kota akan dibanjiri.

"Kalau itu pintu ditutup tertahan, hutan kota di johor sana akan terbanjiri, karena kanal berfungsi, selama ini kanal kering aja, ketika air di tutup air diarahkan ke kanal, itu akan dikurangi, begitu juga dengan badera dan babura, kami sudah siapkan," pungkasnya. (Rls)
×
Berita Terbaru Update