Notification

×

Iklan

Iklan

Banner Iklan RSI

ANDA WAJIB TAHU, Gejala COVID-19 Happy Hypoxia Ditemukan, Apa Artinya?

Kamis, 08 Juli 2021 | 21:15 WIB Last Updated 2021-07-08T15:39:46Z
Foto ilustrasi
BENGKAYANG (Kliik.id) - Tidak semua orang yang kena COVID-19 bakal lemah lunglai tak berdaya. Sebagian orang tak menyadari dirinya terjangkit virus Corona sampai akhirnya kematian menjemput. Hal ini terjadi di Kalimantan Barat.

Dilansir Antara, Kamis (8/7/2021), Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, I Made Putra negara, menjelaskan kondisi tersebut sebagai happy hipoxia.

"Kondisi tersebut membuat seseorang mengalami masalah dalam pernapasan berupa sesak napas atau dispnea. Kasus ini sudah ada di Bengkayang. Saya sampaikan agar masyarakat tetap selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan, serta mau mendukung program pemerintah dalam menyukseskan vaksinasi," kata I Made Putra Negara.

Angka kematian merangkak naik di Bengkayang. Ada kasus kematian terjadi tiba-tiba gara-gara happy hypoxia.

"Kasusnya orangnya bisa jalan-jalan, bisa ketawa-ketawa, tiba-tiba sesak napas dan meninggal. Itu yang dikenal dengan happy hypoxia. Sudah ada kasusnya di Bengkayang. Kami juga berduka ada salah satu kepala puskesmas di Bengkayang meninggal, yang juga sesaknya mendadak," kata I Made Putra Negara.

Kasus terkonfirmasi COVID-19 yang berakhir dengan kematian rata-rata dibarengi dengan sebab penyakit penyerta dan usia lanjut.

"Kebanyakan yang memiliki riwayat penyakit jantung dan diabetes, rata-rata seperti itu," kata dia. 

Pada Juli 2021, kasus COVID-19 di Bengkayang mengalami sedikit kenaikan. Dua hari terakhir, ada penurunan. Saat ini, Bengkayang berda di zona oranye.

Pemerintah Kabupaten Bengkayang terus melakukan vaksinasi ke warganya. TNI dan Polri juga turut menyukseskan vaksinasi. Tujuan vaksinasi adalah herd immunity.

Mengantisipasi varian Delta yang ganas, Pemkab Bengkayang menyiapkan tambahan ruang isolasi di RSUD Bumi Sebalo Bengkayang. Awalnya, ruang isolasi hanya empat ruangan. Kini, ruang isolasi menjadi 11 ruangan.

Ketersediaan oksigen di RS Bengkayang masih dalam keadaan aman dan terkendali. Kebutuhan oksigen sebanyak 20 tabung per hari. Ada pula alokasi anggaran untuk pengadaan oksigen generator.

"Kemudian kita juga telah menyiapkan 200 tabung oksigen cadangan untuk kebutuhan penanganan COVID-19 di Kabupaten Bengkayang. Mudah-mudahan dengan persiapan ini kita dapat mengantisipasi kemungkinan lonjakan yang hebat seperti yang dicemaskan," kata I Made Putra Nugraha. (Detik)
×
Berita Terbaru Update