Notification

×

Iklan

Iklan

Banner Iklan RSI

Meryl Saragih Sebut Penanganan Covid-19 Butuh Sinergi Kuat, Jangan Saling Menyalahkan

Jumat, 07 Mei 2021 | 08:40 WIB Last Updated 2021-05-08T04:59:25Z
Meryl Rouli Saragih
MEDAN (Kliik.id) - Kisruh soal karantina Warga Negara Asing (WNA) dan Warga Negara Indonesia (WNI) di Medan antara Gubsu Edy Rahmayadi dan Wali Kota Medan Bobby Nasution sangat disayangkan.

Hal ini dinilai tak perlu terjadi, sebab penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19 harus dilakukan secara bersama-sama, butuh sinergitas dan teamwork yang kuat serta memiliki persepsi yang sama dalam menangani permasalahan penyebaran Covid-19 antara Pemrov Sumut dan Pemkab/Pemko.

Hal tersebut disampaikan Anggota DPRD Sumut Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) Meryl Rouli Saragih melalui siaran persnya, Jumat (7/5/2021).

"Penyebaran Covid-19 di Sumut sudah kembali masuk pada grafik yang menaik, karena itu dibutuhkan kerjasama antara pemangku kepentingan, hilangkan egosentris dan jangan terlalu sensi dengan berbagai respon yang diberikan oleh pihak lain," ujar Maryl.

Selanjutnya, politisi perempuan muda yang terpilih melalui Dapil II (Medan B) ini menyatakan bahwa penanganan Covid-19 yang dilakukan oleh Gubsu selayaknya melibatkan semua pihak, seperti Wali Kota, Bupati, para wakil rakyat serta seluruh elemen, sehingga hasilnya maksimal.

"Berkomunikasi politiklah dengan santun dan berkoordinasi ke semua pihak dalam penanganan Covid-19, ini persoalan kita bersama," imbuh Meryl.

Terakhir Meryl menghimbau bahwa penyelesaian Covid-19 harusnya saling sinergi dan kolaborasi. Dengan kolaborasi, kata dia, penanganan Covid-19 akan lebih bisa diredam, bukan dengan kerja sendiri, selain tak elok di masyarakat juga tak menyelesaikan masalah.

"Saling berkaloborasi inilah selayaknya Gubsu mengambil peran sebagai pemimpin di Sumut dan ini sangat penting dilakukan, bukan saling menyalahkan satu dengan yang lainnya," pungkasnya. (Rls)
×
Berita Terbaru Update