Notification

×

Iklan

Iklan

Banner Iklan RSI

PDIP: Jokowi Sedang Tunggu Hari Baik Reshuffle Kabinet

Selasa, 27 April 2021 | 06:08 WIB Last Updated 2021-04-27T03:12:29Z
Ahmad Basarah
JAKARTA (Kliik.id) - DPR RI telah mengirimkan surat persetujuan 'reshuffle kabinet' kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). PDIP menyebut Jokowi menunggu hari baik untuk reshuffle kabinet.

"Tapi karena itu menyangkut pengangkatan menteri-menteri baru, atau menurut wacana ada kemungkinan reshuffle kabinet, maka hal itu kemudian menjadi wewenang subjektif seorang Presiden dengan judul hak prerogatif presiden," kata Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah di kompleks Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Senin (26/4/2021).

Basarah menyebut PDIP tak mau cawe-cawe soal reshuffle kabinet. PDIP menyerahkan sepenuhnya siapa sosok yang diangkat dan kapan reshuffle kabinet.

"Sehingga oleh karena hak prerogatif Presiden adalah hak subjektif Presiden RI yang dijamin konstitusi, maka kami dari PDIP menyerahkan keputusan hal tersebut kapan mau dilaksanakan, siapa pejabat mau diangkat, itu menjadi wewenang sepenuhnya Pak Jokowi sebagai presiden," ujarnya.

Oleh sebab itu, Basarah menilai Jokowi menunggu hari baik saja kapan akan reshuffle kabinet. Proses menunggu hari baik untuk kelancaran pembentukan kabinet baru.

"Saya kira Pak Jokowi sedang menunggu hari baik saja, menunggu hari baik yang menurut hemat beliau itu dapat memberikan kemudahan dan kelancaran struktur kabinet baru yang akan dibentuknya itu," imbuhnya.

DPR RI sebelumnya telah menyetujui pembentukan Kementerian Investasi dan peleburan Kemenristek ke dalam Kemendikbud. Surat persetujuan itu pun sudah dikirim ke Presiden Jokowi.

"Sudah (teken surat persetujuan)," kata Sekjen DPR RI, Indra Iskandar saat dikonfirmasi, Selasa (26/4/2021).

Surat persetujuan dari DPR RI yang dikirim ke Presiden Jokowi itu diteken oleh Ketua DPR RI Puan Maharani. DPR menyampaikan surat persetujuan itu ke Presiden melalui Sekretariat Negara (Setneg).

Indra mengungkapkan, surat persetujuan dari DPR itu dikirim pada pekan lalu. Namun, dia tidak merinci kapan tepatnya surat dikirimkan.

"Pokoknya minggu lalu sudah disampaikan ke presiden melalui Setneg," ujar Indra. (Detik)
×
Berita Terbaru Update