Notification

×

Iklan

Iklan

Banner Iklan Lekkers

Harga BBM di Sumut Naik Mendadak, Mahasiswa Gelar Aksi Protes di Jalan

Selasa, 06 April 2021 | 12:52 WIB Last Updated 2021-04-06T05:53:37Z
Massa KAMMI menggelar aksi protes kenaikan harga BBM di Sumut.
MEDAN (Kliik.id) - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Sumatera Utara (Sumut) mulai menimbulkan gejolak di masyarakat.

Diketahui, harga BBM naik secara mendadak per 1 April 2021. Kenaikan ini hanya terjadi di Sumut.

Keluhan-keluhan masyarakat sudah disampaikan oleh masyarakat. Mulai dari kaum buruh, driver ojol, pedagang, mahasiswa dan lainnya.

Massa aksi Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Sumut menggelar aksi turun ke jalan menolak kenaikan harga BBM di Jalan Diponegoro, Kota Medan, Selasa (6/4/2021) siang.

Terlihat mahasiswa yang dominan mengenakan baju putih berlogo KAMMI dengan mengangkat spanduk yang berisi tuntutan pengunjuk rasa. Antara lain, "BBM Naik Rakyat Tercekik", "Tolak Kenaikan BBM", "Kantor Pertamina Disegel Rakyat."

"Kami inginkan harga BBM turun. Kita kemari untuk menghormati semua pihak. Tetapi pemerintah tidak menghormati kita," kata Akhir Rangkuti dalam orasinya.

Akhir menjelaskan sampai saat ini mahasiswa telah banyak diam. Namun, realitas masyarakat yang miskin membuat pihaknya kembali bergerak untuk demonstrasi.

Menurutnya, kekayaan alam di bumi diperuntukkan oleh rakyat. Tetapi kenyataannya tidak demikian. Hal itu ditandai dengan naiknya harga BBM di Sumut.

"Hari ini kita pantang pulang sebelum BBM turun. Kita ingin tuntutan kita dikabulkan oleh pemerintah. Kami harap Gubernur Sumut dapat merespon aksi ini dengan itikad baik," ujarnya.

Sebelumnya Fahrul Rozi Panjaitan selaku Kepala Bidang Kebijakan Publik KAMMI Sumut tujuan aksi ini mendesak pemerintah dan Pertamina untuk menurunkan m harga BBM segera.

"Nanti, sewaktu di DPRD Sumut pengunjuk rasa akan meminta kepada dewan agar melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Pemerintah Provinsi Sumut dan Pertamina Sumbagut dengan melibatkan masyarakat," sebutnya.

"Kebijakan ini harus dicabut. Karena kita melihat pemprov dan Pertamina lempar-lemparan tanggungjawab. Makanya kita minta mereka harus duduk dan menyesuaikan pandangan. Jangan karena lempar tanggungjawab yang korban masyarakat," tambahnya.

Diketahui sebelumnya, kenaikan BBM berkaitan dengan Pergub nomor 1 tahun 2021 oleh Gubernur Sumut tentang kenaikan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) dan pajak rokok. Pergub ini yang membuat alasan Pertamina menaikkan harga BBM. (Rls)
×
Berita Terbaru Update