Notification

×

Iklan

Iklan

PDIP Minta Menteri Perdagangan Tak Ngotot Impor Beras dan Garam

Sabtu, 20 Maret 2021 | 10:25 WIB Last Updated 2021-03-20T05:16:00Z
Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto
JAKARTA (Kliik.id) - PDI Perjuangan (PDIP) sangat menyesalkan sikap Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi yang sepertinya ngotot impor beras dan garam. 

Mendag dianggap mengabaikan koordinasi dengan jajaran kementrian terkait, termasuk para kepala daerah  yang menjadi sentra produksi pangan.

"Basis kekuatan utama Pemerintah adalah rakyat. Rakyat sebagai sumber legitimasi kekuasaan pemerintahan negara. Karena itulah menteri sebagai pembantu presiden, di dalam mengambil keputusan politik, harus senafas dengan kebijakan politik pangan presiden dan berupaya mewujudkan kedaulatan pangan nasional serta berpihak pada kepentingan petani," ujar Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto dalam rilis tertulis yang diterima Kliik.id, Sabtu (20/3/2021).

Menurut Hasto, sikap ngotot yang ditunjukkan Menteri tersebut sangat disesalkan pihaknya.

"Menteri harus belajar dari kepemimpinan Presiden Jokowi yang selalu membangun dialog, menyerap aspirasi, mengemukakan data-data yang obyektif, baru mengambil keputusan. Menteri tidak hidup di menara gading, sebab ia adalah pengemban tugas sebagai pembantu presiden," katanya.

Atas dasar hal tersebut, lanjut Hasto, PDIP meminta Menteri Perdagangan untuk secepatnya melakukan koordinasi dengan pihak terkait baik Kementerian Pertanian, BULOG, asosiasi petani, para pakar di bidang pertanian dan para kepala daerah.

"Politik pangan nasional adalah politik pangan berdikari. Indonesia memiliki keanekaragaman pangan yang luar biasa. Konsolidasi peningkatan produksi pangan atas keunggulan kenaekaragaman pangan nusantara. Sebab persoalan pangan adalah persoalan mati hidupnya negeri," kata Hasto.

Terkait pangan, sambung Hasto, sikap PDIP sangat jelas. Jangan korbankan petani oleh kepentingan impor sesaat yang di dalamnya sarat dengan kepentingan pemburu rente.

"Sejak Maret tahun 2020, PDI Perjuangan telah memelopori gerakan menanam tanaman yang bisa dimakan. Seluruh kepala daerah Partai bergerak. Langkah ini yang seharusnya dipilih para pembantu Presiden," tutupnya. (Redaksi)
×
Berita Terbaru Update