Notification

×

Iklan

Iklan

Banner Iklan Lekkers

Moeldoko Jadi Ketum PD Versi KLB Sumut, Seberapa Kuat Posisinya?

Sabtu, 06 Maret 2021 | 19:44 WIB Last Updated 2021-03-06T15:39:58Z
Moeldoko jadi Ketum PD versi KLB Sumut (ANTARA FOTO)
JAKARTA (Kliik.id) - Kepala KSP Moeldoko dipilih menjadi Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat (PD) versi kongres luar biasa (KLB) di Sumatera Utara (Sumut). Kepemimpinan Moeldoko sebagai Ketum PD saat ini dinilai belum kuat. Namun posisi Moeldoko dinilai akan menjadi berbeda apabila Moeldoko diangkat menjadi menteri Jokowi.

Pendiri lembaga survei KedaiKOPI Hendri Satrio (Hensat) menjelaskan saat ini masih banyak kader di tingkat daerah yang mengucap janji setia untuk mendukung kepemimpinan Ketum PD Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Ketua Majelis Tinggi PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Karena itu, Hensat menilai Moeldoko belum memiliki posisi kuat meskipun sudah dipilih oleh sebagian kader PD sebagai Ketum PD versi KLB Sumut.

"Kondisi saat ini sih masih terkendali menurut saya. Jadi ini terkait Demokrat ya, jadi, kenapa saya bilang masih terkendali. Ya banyak DPC, DPW, DPD gitu ya, yang ucap setia janji, yang ucap janji setia kepada AHY dan SBY gitu. Jadi menurut saya, saat ini belum terlalu kuat nih Ketum KLB Pak Moeldoko. Jadi harusnya masih aman," kata Hensat kepada wartawan, Sabtu (6/3/2021).

Di sisi lain, Hensat menilai, jika pemerintah mendukung Moeldoko menjadi menteri di kabinet Presiden Jokowi saat ini, akan ada jalan bagi Moeldoko untuk memperkuat posisinya sebagai pemimpin PD.

Menurut dia, apabila Moeldoko menjadi menteri, ada kemungkinan kader yang setia berjanji dengan AHY dan SBY saat ini akan berpaling ke Moeldoko.

"Nah sebetulnya, selain ini, kalau memang pemerintah mendukung, sebentar lagi Moeldoko jadi menteri. Nah, kalau sudah jadi menteri, peta politiknya berubah, tuh. Itu ujian betul buat AHY. Gimana nanti DPC sama DPD-nya, apakah tetap akan setia dengan SBY dan AHY atau ikut Moeldoko, kan gitu, kan sebagai ya karena Moeldoko-nya sudah dapat jabatan menteri," ujar Hensat.

Oleh karena itu, Hensat saat ini menyarankan agar AHY sebagai Ketum PD rajin membuat musyawarah nasional PD. Sebab, ia menilai, jika AHY hanya membuat imbauan atau pidato, akan sulit untuk menjaga kesolidan para kadernya.

"Nah solusi buat AHY, menurut saya, kumpulin, bikin musyawarah besar, musyawarah nasional Demokrat. Kumpulin semuanya. Masuk ke situ. Karena, dengan mengumpulkan, dengan munas seperti itu, kesolidan bisa lebih dijaga. Tapi kan jangan didiemin. Kalau cuma imbauan-imbauan, pidato gitu tanpa action, ya sulitlah," tegasnya.

Kepala KSP Moeldoko sebelumnya terpilih menjadi Ketum PD versi KLB di Sumut. Moeldoko ditetapkan sebagai Ketum Partai Demokrat melalui voting berdiri peserta KLB. Saat pemilihan, dia tak hadir. Namun sempat menelepon. Suaranya diperdengarkan di arena KLB.

Mantan Panglima TNI ini bersedia jadi Ketum PD. Moeldoko kemudian mendatangi Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Deliserdang, Sumatera Utara (Sumut). Moeldoko tiba dengan memakai jaket Partai Demokrat dan disambut riuh peserta KLB.

Dalam kesempatan terpisah, Ketua Majelis Tinggi PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pun angkat bicara atas terpilihnya Moeldoko sebagai Ketum PD versi KLB Sumut. SBY mengatakan tindakan Moeldoko merupakan perbuatan yang tidak terpuji.

"Sebuah perebutan kepemimpinan yang tidak terpuji, jauh dari sikap kesatria dan nilai-nilai moral," ujar SBY di Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Jumat (5/3/2021).

SBY menyebut tindakan yang dilakukan Moeldoko hanya mendatangkan rasa malu. Khususnya, kata SBY, bagi orang-orang yang pernah bekerja bersama Moeldoko.

SBY juga mengatakan, secara pribadi merasa malu telah memberikan kepercayaan jabatan kepada Moeldoko. Ketika SBY menjadi presiden, Moeldoko pernah diberi amanat menjadi Panglima TNI.

"Termasuk rasa malu dan rasa bersalah saya yang beberapa kali memberikan kepercayaan dan jabatan kepadanya. Saya memohon ampun ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Mahakuasa, atas kesalahan saya itu," imbuhnya. (Detik)
×
Berita Terbaru Update