Notification

×

Iklan

Iklan

Banner Iklan Lekkers

Hari Raya Nyepi yang Kembali Tanpa Internet

Minggu, 14 Maret 2021 | 10:34 WIB Last Updated 2021-03-14T03:51:18Z
Perayaan Nyepi. (Foto: detikcom)
JAKARTA (Kliik.id) - Hari Raya Nyepi 2021 kembali diikuti dengan matinya akses internet. Tidak semua wilayah Indonesia mengalaminya, hanya di Bali, yang warganya tidak bisa berselancar di dunia maya.

Jauh-jauh hari, Pemerintah Provinsi Bali telah melayangkan surat permintaan agar dimatikannya layanan internet di wilayahnya saat Nyepi berlangsung. Hal tersebut agar proses ibadah umat Hindu berjalan dengan lancar.

Adapun permintaan tersebut tertuang pada surat Pemerintah Provinsi Bali Sekretariat Daerah nomor 003/2728/IKP/D.KOMINFOS tanggal 25 Februari 2021 perihal pemberhentian Data Selular pada saat Nyepi Tahun Saka 1943 dan surat seruan bersama majelis-majelis agama dan keagamaan provinsi Bali Tahun 2021 tentang pelaksanaan rangkaian hari raya suci Nyepi tahun Caka 1943 tanggal 10 Februari 2021.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menghormati seruan Pemerintah Provinsi Bali.

Untuk itu, Kominfo menyampaikan himbauan, yaitu sebagai berikut:

1. Agar seluruh Penyelenggara Telekomunikasi yang menyediakan layanan data seluler dan IPTV di Provinsi Bali untuk melakukan langkah-langkah dalam mendukung seruan bersama dimaksud pada Hari Raya Nyepi yang berlangsung pada tanggal 14 Maret 2021 pukul 06.00 WITA sampai dengan 15 Maret 2021 pukul 06.00 WITA, dengan tetap menjaga kualitas layanan data seluler untuk obyek-obyek vital serta layanan kepentingan umum lainnya yang menurut sifatnya harus tetap berlangsung.

2. Agar masyarakat dan penyelenggara telekomunikasi melakukan langkah-langkah untuk menghindari dan/atau menangkal hoax dan konten negatif.

Nyepi tanpa internet kali ini bukan yang pertama terjadi. Sebelumnya, pemadaman layanan telekomunikasi sudah berlangsung sejak 2018 atau berjalan empat tahun.

Kendati dihiasi dengan Nyepi tanpa internet, banyak netizen yang menyampaikan Selamat Hari Raya Nyepi yang mengalir deras di linimasa Twitter sebagai bentuk toleransi umat beragam di Indonesia.

(Detik)
×
Berita Terbaru Update