Notification

×

Iklan

Iklan

Banner Iklan Lekkers

Umar Zunaidi Minta Semua Elemen Kerja Keras Kurangi Kasus COVID di Kota Tebingtinggi

Jumat, 05 Februari 2021 | 15:48 WIB Last Updated 2021-02-05T08:49:34Z
Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan memimpin rapat penanganan COVID-19.
TEBINGTINGGI (Kliik.id) - Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan memimpin Rapat Evaluasi Kegiatan dan Penyusunan Rencana Aksi Penanganan Covid-19 Kelurahan se-Kota Tebing Tinggi, Rabu (4/2/2021) di Aula Balai Kota Tebingtinggi.


Rapat dihadiri Kapolres Tebingtinggi, Dandim 0204/DS, Kajari Tebingtinggi, Dinas Kominfo, Dinas Kesehatan, Satpol-PP, Satgas Covid-19 dan Camat se-Kota Tebingtinggi serta Lurah se-Kota Tebingtinggi.


Rapat ini dilakukan sebagai bentuk respon pemerintah Kota Tebingtinggi terhadap peningkatan penyebaran Covid-19 yang terjadi sejak Desember 2020 hingga saat ini.


"Pada bulan Januari ini lonjakan Covid-19 kita ini luar biasa tingginya, kalau jumlah Covid-19 sampai dengan tanggal 1 Februari sebanyak 331 orang, tetapi khusus di Januari 2021 terdapat penambahan 127 orang atau terjadi penambahan lebih dari 33%, ini peningkatan yang tinggi," ujar Umar.


Berdasarkan data yang diperoleh oleh Pemerintah Kota Tebingtinggi dari Rapat yang dilakukan dengan Kementerian Agama Kota Tebingtinggi pada Selasa (3/2/2021), peningkatan ini akibat kurangnya edukasi dan sosialisasi yang dilakukan oleh Kelurahan dan Kecamatan.


"Hari Selasa kita bertemu dengan tokoh-tokoh Agama, Ustadz dan Pimpinan Organisasi Keagamaan ternyata di Kelurahan tidak pernah ada yang mengingatkan kepada masyarakat, mewanti-wanti kepada masyarakat, menggaungkan kepada masayarakat kalau kita dalam situasi bahaya," ujar Umar.


Edukasi dan sosialisasi yang masih kurang maksimal ini yang menjadi pemicu peningkatan penyebaran Covid-19. Umar mengharapkan peran yang lebih optimal di tingkat kelurahan dan kecamatan.


"Kita sudah rapat bersama direktur-direktur RS Bhayangkari, Chevani untuk mempersiapkan diri tetapi tidak ada artinya rumah sakit ini kalau tidak ada upaya dari lingkungan kita, kelurahan kita dan kecamatan kita untuk melakukan operasi untuk mencegah masyarakat hilir mudik, membuat masyarakat untuk patuh kepada protokol kesehatan," ucapnya.


Umar mengingatkan untuk tidak menganggap remeh Covid-19 ini. Semua organisasi perangkat daerah harus disiplin dalam menjalankan tugasnya. Khususnya tingkat lingkungan, kelurahan dan kecamatan harus aktif untuk menggalang kekuatan masyarakat karena kita tidak dapat bekerja sendiri tanpa ada dukungan masyarakat.


Di penghujung rapat, Umar memaparkan beberapa kesimpulan yang menjadi instruksi kepada perangkat kelurahan dan kecamatan untuk dapat dijalankan, antara lain:


1. Sosialisasi dan Edukasi kepada masyarakat yang ada di Kelurahan harus terus ditingkatkan.


2. Mengingatkan dan menginstruksikan masyarakat agar memenuhi protokol kesehatan, dengan melakukan pengukuran kondisi saat ini dan kondisi setelah diadakannya sosialisasi dan edukasi.


3. Mengaktifkan relawan-relawan yang ada di Kelurahan dengan memberikan SK dan tanda bahwa yang bersangkutan adalah relawan yang ditugaskan untuk mengajak masyarakat mematuhi protocol kesehatan.


4. Para Camat dan Lurah agar berkoordinasi dengan TRIPIKA termasuk Babinsa, Kamtibmas, KUA, Puskesmas serta penyuluh-penyuluh agama.


5. Kampung Tangguh agar diaktifkan dengan menunjuk tanggung jawabnya dan menyiapkan ruang isolasi untuk mereka yg datang atau yang terkena Covid-19.


6. Masyarakat yang datang dari luar kota atau zona merah harus dicek kesehatannya dengan Rapid Test atau menunjukkan Surat Keterangan Rapid Test yang sudah dilakukannya sebelum menuju Kota Tebingtinggi.


7. Sampai tanggal 11 Februari 2021 tidak diperkenankan ada kegiatan yang sifatnya outdoor/indoor yang mengumpulkan massa atau berpotensi terjadi kerumununan massa.


8. Operasi Yustisi harus dilakukaan terus menerus untuk mencegah kerumunan-kerumunan masyarakat.


9. Untuk layanan Covid-19 bisa menghubungi Call Centre 112 atau 119 atau ke puskesmas terdekat.


10. Pemerintah Kota Tebingtinggi tidak melarang kegiatan agama sepanjang tidak melanggar protokol kesahatan dan kapasitas ruang untuk kegiatan tersebut hanya boleh digunakan 50% saja.


11. Diminta kepada seluruh rumah ibadah agar menyiapkan Satgas Covid-19 / Relawan Covid-19.


12. Vaksin akan diberikan mulai tanggal 8 Februari 2021 sesuai dengan prosedur yang ada ditujukan kepada Pejabat Pemerintah termasuk Camat yang ada di Kota Tebingtinggi, Tokoh Agama dan Tenaga Kesehatan.


Khusus untuk masyarakat umum akan dilakukan sesuai dengan jatah vaksin yang akan diberikan oleh Pemerintah Pusat dan menyesuaikan dengan jadwal yang ada.


13. Jika ada kebutuhan di Kecamatan dan Kelurahan maka camat yang akan mengajukan ke Pemerintah Kota perihal kebutuhan atau bantuan yang diinginkan.


Umar Zunaidi Hasibuan, meminta kerja keras dari semua pihak agar semua ini dapat dijalankan agar penyebaran Covid-19 di Kota Tebingtinggi mengalami penurunan. (Rls)

×
Berita Terbaru Update