Notification

×

Iklan

Iklan

Proyek PT. WIKA di Parapat Senilai 77 M Lebih Dikerjakan Sangat Lamban, Padahal 2 Menteri Telah Berkunjung

Selasa, 16 Februari 2021 | 20:30 WIB Last Updated 2021-02-16T13:33:04Z

 

Kondisi pekerjaan proyek PT. WIKA dalam Penataan Kawasan Parapat Kabupaten Simalungun.

Parapat (Kliik.Id) - Kendati proyek 'Penataan Kawasan Parapat Kabupaten Simalungun' dengan nomor kontrak HK.02.03-Cb2/PKP.F01/PPK-PKP/PPPWil-SU/2020 dengan tanggal kontrak kerja 21 Oktober 2020 melalui Kontraktor Pelaksana PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WIKA) dengan Manajemen PT. Yodya Karya (Persero), KSO PT Saranabudi  Prakarsaripta dengan tenggat waktu 300 hari Kalender dan sudah dua menteri mengunjungi proyek ini, namun pengerjaan dan progresnya terkesan lamban, padahal anggarannya sangat besar digelontorkan dari APBN tahun 2020 dan 2021.



Sementara itu proyek ini dimenangkan oleh PT WIKA dengan nilai Kontrak Pekerjaan Rp. 77.292.000.000 dari HPS Rp. 101.000.000.000. Itu artinya PT WIKA berani melakukan tender lebih rendah dibanding pesaingnya. Namun di lapangan pengerjaan proyek ini terkesan lamban, dan ponton yang disediakan untuk memperlancar pengerjaan terkesan minim juga.


Demikian disampaikan B. Sinaga (55), di salah satu  Warung Kopi depan Polsek Parapat, Selasa (16/2/2021). Dan bahkan, lanjut Sinaga, dua menteri bergantian datang mengunjungi lokasi pengerjaan PT WIKA di Pantai Bebas Parapat itu, seperti pada tanggal 30  Desember 2020 lalu Sandiaga Uno Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) sudah mengunjungi proyek tersebut. Disusul dengan peninjauan Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan tanggal 12 Pebruari 2021. 



"Hebat juga PT WIKA yang memenangkan tender ini ya? ", ujar Sinaga. 


Namun menurut Sinaga, tak tahu apa hasil kunjungan dua menteri itu bolak-balik mengunjungi proyek PT WIKA ini, sebab jika membaca beragam media yang meliput, justru tak bisa mewawancarai kedua Menteri yang berkunjung kesana dengan beragam alasan protokolernya, diantaranya pengawasan terhadap para Menteri Jokowi ini super ketat dan masalah Protokol Kesehatan.

"Itulah modusnya menurut mereka, jadi sulit dikonfirmasi dan apa hasil dari kunjungan itu tak sekedar 'Laporan Pertanggung Jawaban kepada Pak Presiden, mungkin biar Bapak Jokowi senang",  ujarnya.



Seperti diketahui bahwa proyek ini termasuk di antara program Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) dimana salah satu program prioritas nasional  yang identik dengan pembangunan fisik dan infrastruktur dan PT WIKA menangkan tender pengerjaan Dermaga Pantai Atsari Hotel dan Pantai Bebas Parapat dan sejumlah proyek pembangunan Gapura di Jalan Lintas Parapat. 


"Namun tanda-tanda Gapura itu akan dibangun masih jauh panggang dari api", ujar seorang warga. 


Akan tetapi,  saat hal ini dikonfirmasi kepada Toni selaku penanggungjawab PT WIKA di Parapat, terkait progres dan tujuan kunjungan Menteri Sandiaga Uno dan Menko Luhut Binsar Panjaitan ke proyek PT Wika, tidak merespon pertanyaan wartawan.


Hingga berita ini dimuat, belum ada jawaban pasti dari pihak PT WIKA termasuk dari pihak Kementerian PUPR yang bermarkas di Pantai Bebas Parapat melalui Maka Sinuhaji. (Rls)

×
Berita Terbaru Update