Notification

×

Iklan

Iklan

Pelaku Pemukulan Rozi Menyerahkan Diri, Kapolres Sergai: Tak Ada Terkait OKP dan Politik

Selasa, 09 Februari 2021 | 09:49 WIB Last Updated 2021-02-09T09:58:46Z
Kapolres Sergai AKBP Robin Simatupang memberikan keterangan kepada wartawan.
SERDANGBEDAGAI (Kliik.id) - Pemukulan terhadap Fahrurrozi alias Rozi Al-Banjari (36) warga Desa Sementara, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara, hanya didasari masalah sepele.

Insiden itu dipicu karena korban Rozi Al-Banjari menyenggol kaki pelaku berinisial MF (42) warga Desa Kota Galuh, Kecamatan Perbaungan, Sergai.

Demikian disampaikan Kapolres Sergai AKBP Robin Simatupang didampingi Kasat Reskrim AKP Pandu Winata dan Kasubbag Humas AKP Sopian kepada wartawan dalam konferensi pers di Mapolres Sergai, Senin (8/2/2021) sekitar pukul 18.30 WIB.

"Ini murni masalah pribadi tidak ada unsur lain, bukan masalah OKP atau politik," ujar Robin.

Robin menjelaskan, pelaku MF diantarkan oleh pihak keluarga dan pengacaranya pada Senin (8/2/2021) sekitar pukul 10.00 WIB.

Meski Polres Sergai sudah mengetahui pelaku namun karena pelaku menyadari atas perbuatannya, lalu menyerahkan diri dengan diantar pihak keluarga dan pengacara.

"Dari kronologis kejadian yang terjadi Kamis (4/2/2021) dini hari. Korban yang datang di kafe R2D di Kelurahan Simpang Tiga Pekan, Kecamatan Perbaungan, bersama-sama dengan pelaku MF menyenggol kaki MF hingga berlanjut dengan pemukulan. Pelaku hanya satu orang, tidak benar ada pengeroyokan yang lebih dari satu orang," kata Kapolres.

Usai peristiwa itu, lanjut Robin, korban langsung melaporkan kejadian itu ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Sergai. Bahkan malam itu petugas piket Reskrim Polres Sergai membawa korban untuk dilakukan visum ke RSUD Sultan Sulaiman Sergai.

Menurut dokter RSUD Sultan Sulaiman, korban tidak disarankan untuk opname karena tidak sampai membuat korban sakit keras dan luka berat yang menimbulkan korban tidak bisa berjalan atau tidak mampu bekerja.

"Malam itu juga korban boleh kembali," jelasnya.

Masih kata Robin, saat kejadian keesokan harinya Jumat (5/2/2021) Polres Sergai mengundang OKP untuk beraudiensi mengingat ada video yang menyudutkan OKP dari peristiwa itu.

"Ini bukan masalah OKP atau Politis dan tiba-tiba muncul Polres Sergai tidak tanggap. Padahal kita sudah menerima laporan korban bahkan sempat mencari korban karena tidak proaktif untuk kembali diperiksa hingga melalui rekan korban untuk memanggil korban. Bahkan hari itu juga dilakukan cek TKP dan ini merupakan tindakan yang sangat cepat," tutup Robin. (Rls)
×
Berita Terbaru Update