Notification

×

Iklan

Iklan

Dor! Otak Pelaku Kawanan Bandit di Kota Tanjung Balai Ditembak

Kamis, 18 Februari 2021 | 14:42 WIB Last Updated 2021-02-18T09:50:13Z
Foto Ilustrasi
TANJUNGBALAI (Kliik.id) - Kawanan bandit yang sudah berulang kali melakukan aksi kejahatan di Kota Tanjung Balai, Sumatera Utara (Sumut) diamankan polisi.

Kawanan ini telah melakukan kejahatan pembobolan rumah, pencurian sepeda motor hingga ponsel sejak bulan Agustus 2020 hingga Februari 2021.

Ada 8 orang bandit yang masuk dalam komplotan ini. Satu orang di antaranya telah ditangkap terlebih dahulu. Tiga lainnya masih buron, sementara 4 orang berhasil ditangkap.

"Otak pelaku dalam empat aksi kejahatan ini berinisial DD alias Anak Nakal. Berhasil kita amankan dari persembunyiannya di Tanjung Tiram, Kabupaten Batubara. Pada saat penangkapan dan pengembangan terhadap tersangka lainnya, ia berupaya kabur hingga dilakukan tindakan tegas terukur," ujar Kasubag Humas Polres Tanjung Balai Iptu Ahmad Dahlan Panjaitan, dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis (18/2/2021).

Selain DD (29) alias Anak Nakal, polisi turut menangkap rekannya AA (25), S (18) dan EA (18) selaku penadah.

Ahmad mengatakan 4 aksi kejahatan yang dilakukan para tersangka yakni pada tanggal 15 Agustus 2020 lalu membobol rumah warga di Jalan Amir Hamzah, Tanjung Balai Utara, korbannya kehilangan sepeda motor.

Lalu, tanggal 17 Desember 2020, masih di Jalan Amir Hamzah, para pelaku menjarah toko kelontong hingga korban mengalami kerugian Rp 166 juta. Kemudian, pada tanggal 5 Februari 2021 di Jalan Letjen Suprapto pelaku mencuri dua ponsel di rumah warga.

Terakhir, tanggal 6 Februari di Jalan Rawo, Tanjung Balai para pelaku membobol rumah warga dan mengambil satu unit sepeda motor dan uang tunai Rp 41 juta.

Adapun barang bukti yang disita dari komplotan bandit ini diantaranya 2 unit sepeda motor dan ponsel milik korban, dan beberapa barang yang sempat mereka curi dari toko kelontong.

"Kita akan terus memburu para pelaku lainnya. Terhadap empat tersangka ini kita lakukan penahanan untuk penyelidikan lebih lanjut," tutup Ahmad. (Rls)
×
Berita Terbaru Update